Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 12 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 12 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan.
Plengkung Nirbaya atau dikenal dengan Plengkung Gading secara resmi ditutup total oleh Pemda DIY mulai Sabtu (15/3/2025) pukul 07.00 WIB. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Plengkung Nirbaya atau dikenal dengan Plengkung Gading secara resmi ditutup total oleh Pemda DIY mulai Sabtu (15/3/2025) pukul 07.00 WIB. Plengkung yang mengelilingi Kraton Jogja terdapat lima. Dimana bentuknya secara fisik yang utuh saat ini hanya dua, oleh karena itu upaya pelestarian harus dilakukan.
Konon Plengkung Gading ini tidak boleh dilewat oleh Raja yang bertahta dan keluarganya. "Salah satu pintu gerbang bagian selatan yaitu Plengkung Nirbaya atau yang sering disebut Plengkung Gading merupakan ruas jalan menuju tempat peristirahatan terakhir para Sultan di Pajimatan Imogiri. Oleh karena itu, setiap Raja yang bertakhta maupun keluarga intinya dilarang untuk melewati jalur tersebut," demikian tertulis pada salah satu artikel di website resmi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagaimana dikutip Harianjogja.com, Sabtu (15/3/2025).
BACA JUGA : Resmi! Plengkung Gading Jogja Ditutup Mulai Hari Ini Sabtu 15 Maret 2025
Dilansir di situs resmi Pemda DIY, Plengkung Gading merupakan bangunan bersejarah yang memiliki bentuk seperti pintu gerbang yang melengkung. Nama plengkung dalam bahasa Jawa berarti melengkung. Sedangkan gading berarti pintu tersebut memiliki warna putih atau gading. Sehingga arti kata Plengkung Gading adalah gerbang yang melengkung dan berwarna putih.
Bangunan ini termasuk gapura yang digunakan sebagai pintu masuk ke dalam benteng Keraton Jogja. Terdapat lima Plengkung yang menghubungkan dengan Keraton Jogja, yakni Plengkung Tarunasura, Plengkung Nirbaya, Plengkung Madyasura, Plengkung Jaga Surya, dan Plengkung Jagabaya.
Dari kelima plengkung tersebut, yang paling terkenal adalah Plengkung Nirbaya (Plengkung Gading) dan Plengkung Tarunasura. Kedua plengkung tersebut bentuknya masih terjaga keasliannya hingga kini. Plengkung Gading memiliki nama asli Plengkung Nirbaya yang berlokasi di arah selatan Alun-alun Selatan Jogja. Nirbaya sendiri memiliki arti bebas dari bahaya duniawi dan diartikan sebagai sifat yang sederhana.
Di kawasan Plengkung Gading ini terdapat Menara sirine. Biasanya digunakan untuk dua keperluan, pertama dinyalakan ketika momentum detik-detik proklamasi dan kedua, dinyalakan saat menjelang berbuka puasa Ramadan.
Menurut Badan Pelestarian Cagar Budaya DIY konon dahulu terdapat parit mengunjungi Keraton yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap serangan musuh. Parit tersebut memiliki lebar hingga 10 meter dengan kedalaman 3 meter. Akan tetapi pada tahun 1935 Farid itu hilang dan kini sudah dijadikan sebagai jalan.
Meski demikian tidak ada yang mengetahui secara pasti waktu bekas parit tersebut dialihfungsikan menjadi sebuah jalan. Selain itu konon terdapat jembatan gantung pada setiap Plengkung yang berfungsi sebagai jalan untuk masuk ke dalam benteng dengan melewati parit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 12 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.