Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kasatresnarkoba Polresta Jogja, AKP Ardiansyah Rolindo Saputra, menunjukkan barang bukti obaya, di Polresta Jogja, Selasa (18/3/2025). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Reserse Narkoba Polresta Jogja menangkap sebanyak 19 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba selama kurun Februari hingga pertengahan Maret 2025. Salah satu tersangka berprofesi sebagai debt collector, yang dari tangannya didapati 13.000 butir obat berbahaya (obaya).
Kasatresnarkoba Polresta Jogja, AKP Ardiansyah Rolindo Saputra, menjelaskan debt collector tersebut berinisial DSM, 31 tahun, laki-laki. “DSM kami tangkap di wilayah Tridadi, Sleman, pada Rbau 12 Februari 2025 sekira pukul 14.00 WIB,” ujarnya, Selasa (18/3/2025).
BACA JUGA: Polisi Temukan 17.000 Butir Obat Berbahaya dari Pemandu Wisata di Jogja
Dari hasil penggeledahan pada DSM, polisi menyita barang bukti berupa 13.000 butir pil warna putih bersimbol Y dan satu handphone warna hitam. “Pelaku merupakan kurir Narkoba pil obaya yang dioperatori oleh seseorang yang masih DPO [Daftar Pencarian Orang],” katanya.
Saat ini polisi masih menelusuri keberadaan orang yang menjadi operator DSM. Atas perbuatannya, DSM disangkakan Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) UU RI No. 17/2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.
Tersangka yang lain, SRS, 19 tahun, laki-laki, merupakan seorang mahasiswa. Ia ditangkap di wilayah Condongcatur, Depok, Sleman, pada Rabu (19/3/2025) pada pukul 10.30 WIB. Dari hasil penggeledahan ditemukan 38,83 gram ganja.
“Pelaku mendapatkan Narkotika Ganja dari KS, yang juga sudah ditangkap, dengan cara COD. Terhadap SRS disangkakan Pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp8 miliar,” katanya.
Ada pula salah satu tersangka yang bekerja sebagai karyawan toko, yakni EAH, 23 tahun, laki-laki. “EAH ditangkap pada Sabtu 8 Maret 2025 sekira pukul 00.30 WIB di wilayah Condongcatur, Depok, Sleman, dengan barang bukti 2.000 butir pil bersimbol Y,” kata dia.
BACA JUGA: Cegah Kriminalitas di Waktu Sahur, Satpol PP Jogja Gelar Operasi Gabungan
EAH mendapatkan pil obaya dari seseorang yang masih DPO dengan cara mentransfer uang pembayaran dan barang diletakan di sebuah alamat. Terhadap EAH disangkakan Pasal 435 jo Pasal 138 ayat (2) UU RI No. 17/2023 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.
Dari pengungkapan ini, total barang bukti yang disita dari para tersangka yakni 120,36 gram ganja, 36,63 gram tembakau sintetis dan 61.410 butir obaya. “Dari 19 tersangka, tiga tersangka merupakan anak-anak dan dua tersangka sudah menjalani diversi dengan pembinaan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.