Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Aksi donor darah di PMI Sleman.ist
Harianjogja.com, SLEMAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman mengalami krisis darah selama bulan puasa Ramadan ini. PMI berharap masyarakat tetap mau mendonorkan darahnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Sleman, Fadhila Nur Handayani menjelaskan krisis stok darah di PMI Sleman bukan karena permintaan darah selama Ramadan meningkat tetapi akibat menurunnya minat masyarakat untuk melakukan donor darah.
“Permintaan masyarakat terhadap darah di PMI Sleman selama ramadan ini, hampir sama dengan bulan-bulan biasa, yakni sekitar 800 kantong per minggu. Sedang masyarakat yang mendonorkan darahnya menurun," katanya, Selasa (18/3/2025)
BACA JUGA: Laras Asri Resort & Spa Selenggarakan Donor Darah Untuk Memperingati Hari Persit Ke-79
Bila pada bulan-bulan normal jumlah darah dari aksi donor darah bisa mencapai sekitar 500 kantong per minggu, kata Fadhila, selama Ramadan angkanya turun menjadi sekitar 300 kantong per minggu atau sekitar 50 kantong per hari. "Ya dampaknya PMI Sleman menjadi sering kekurangan darah,” kata Fadhila.
Dia memperkirakan, krisis stok darah yang dialami PMI Sleman akan berlangsung sampai akhir lebaran mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat, PMI terus melakukan berbagai upaya di antaranya melayani permintaan donor darah siang maupun malam hari.
Ketua PMI Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan PMI Sleman memiliki slogan ‘tidak ada kata tidak ada darah’. Artinya selalu siap memenuhi permintaan masyarakat terhadap darah.
Untuk meningkatkan minat masyarakat untuk mau donor darah selama Ramadan, PMI melakukan berbagai terobosan seperti menyediakan dorprize berupa sebuah hanpone atau telepone genggam yang diundi setiap bulan. "Khusus bulan Ramadan ini, undian dorprize dilakukan selama empat kali," katanya.
Selain itu, orang yang melakukan donor darah di markas PMI Sleman, diberi bonus berupa cek kesehatan secara Cuma-Cuma, yang meliputi, pemeriksaan gula darah, colesterol maupun asam urat.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sleman ini menambahkan PMI juga gencar melakukan layanan donor darah dengan menyasar ke gereja-gereja pada siang hari dan ke masjid-masjid pada malam hari. Meski demikian persediaan darah di PMI Sleman selalu menipis. Untuk dapat memenuhi kebutuhan darah, maka PMI Sleman sering mengambil darah ke luar daerah.
"Kami berharap kepada masyarakat, untuk gemar donor darah, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap darah di PMI Sleman bisa terpenuhi. Donor darah itu tidak sakit, dan bahkan orang yang rutin melakukan donor darah justru malah sehat, karena sel darah menjadi sering ganti,” kata Mafilinda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.