Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tingkat keterisian atau okupansi hotel di Jogja saat libur Lebaran 2025 tidak sebaik periode yang sama tahun lalu. Okupansi turun, bahkan tertinggi hanya 80% dengan lama tinggal pengunjung yang juga memendek.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Deddy Pranowo, menjelaskan pada awal libur Lebaran okupansi hotel sangat kecil. “Rata-rata okupansi hotel pada periode 28 Maret hingga 1 April 2025 hanya mencapai 30-50 persen,” ujarnya, Senin (7/4/2025).
Lalu pada periode 2-4 April 2025, okupansi sempat meningkat hingga 80%. Sayangnya pada 5-7 April 2025 kembali turun di kisaran 40-60%. Jika dibanding periode libur Lebaran tahun sebelumnya, jumlah okupansi ini turun.
Pada libur Lebaran tahun sebelumnya, okupansi hotel bisa bertahan di presentase tinggi selama sekitar lima hingga enam hari. Rata-rata tingkat okupansi mencapai 85–90%. Pada libur natal dan tahun baru pun okupansi masih lebih tinggi, 80–90%.
Menurutnya, penurunan okupansi hotel ini salah satunya disebabkan oleh lesunya daya beli masyarakat. “Tren sekarang memang turun. Salah satu penyebabnya karena masyarakat melakukan efisiensi. Dampaknya terasa sekali bagi sektor hotel dan restoran,” ungkapnya.
Penurunan okupansi ini sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum Lebaran, dimana angka reservasi hotel untuk libur Lebaran sangat kecil.
“Hingga H-7 Lebaran tingkat reservasinya baru mencapai lima persen hingga 20 persen untuk periode 26 Maret sampai 1 April. Kemudian para periode 1-4 April reservasinya 20-40 persen,” kata dia.
BACA JUGA: Tarif Empat Jalan Tol Bakal Naik, Ini Daftarnya
Tingkat okupansi sebelum bulan Ramadan juga diketahui terus mengalami penurunan, setidaknya sejak Januari 2025, dengan rincian pada Januari di angka 60%-70%, Februari turun jadi sekitar 50% dan Maret hanya 5%-15%.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menuturkan saat ini belum bisa menyampaikan berapa banyak wisatawan yang berkunjung ke DIY selama periode Lebaran 2025. “Saya masih mengumpulkan data libur Lebaran di DIY, semoga hari Rabu kami sudah mendapatkan gambaran yang cukup,” ungkapnya.
Sebelumnya, ia memprediksi jumlah wisatawan yang masuk DIY pada periode libur Lebaran kali ini sekitar 1,5 juta wisatawan. Hal ini mengacu pada jumlah wisatawan libur Nataru dan dibukanya secara fungsional exit tol Jogja-Solo di Tamanmartani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.