Sebelum Meninggal, Den Baguse Ngarsa Sempat Ngangkring Bersama Kakak
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Sapi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dua pekan setelah Idulfitri, penjualan sapi untuk keperluan Iduladha di Bantul mulai menggeliat. Para pedagang sapi mulai kulakan sapi dari para petani.
Peternak sapi asal Bantul, Rika Daru Efendi menyampaikan jual beli sapi untuk Iduladha sudah mulai nampak. Dia mengaku ada beberapa masjid, dan kelompok masyarakat yang mulai menanyakan sapi dagangannya.
Dia mengaku mulai kulakan sapi dari para peternak di Bantul dan Kulonprogo dalam lima hari belakangan. Hingga saat ini, dia telah memiliki 10 ekor sapi untuk penjualan selama Iduladha.
"Saya enggak ada target [penjualan sapi saat Idul Adha], kalau ada pesanan biasa akan saya penuhi," katanya Senin (14/4/2025).
Rika mengaku selama ini penjualan sapi miliknya dilakukan berdasarkan pesanan yang masuk. Dia biasanya mendapatkan pesanan dari kelompok masyarakat, masjid dan pejabat di Bantul. Rata-rata ada sekitar lebih dari 50 ekor sapi yang terjual setiap Iduladha.
"Mudah-mudahan saja [penjualan menyamai tahun lalu]. Kita bisanya berdoa. Berapapun yang terjual disyukuri," katanya.
Dia memperkirakan kenaikan harga beli sapi mulai terjadi pekan ini. Saat ini sapi berukuran sekitar 300 kilogram (kg) harganya mencapai Rp19 juta. Namun, menurutnya pekan depan harga dapat mencapai lebih dari Rp20 juta.
"Di peternak dan petani [sapi] mulai jarang [karena wabah penyakit mulu kuku beberapa waktu lalu], sekarang harga mulai merangkak naik. H-25 hari pemotongan tinggi-tingginya," katanya.
Sementara peternak asal Segoroyoso, Yuli Nuryanto mengalami hal serupa. Beberapa orang mulai menawar sapi miliknya. "Sudah mulai beberapa [calon pembeli sapi yang menanyakan harga sapi] dari luar kota," katanya.
Selama ini Yuli menyediakan sapi jumbo yang berukuran sekitar 600 kg hingga 1 ton untuk Iduladha. Sapi jumbo tersebut biasanya dipasarkan kepada pedagang di Jakarta. Di sana, sapi-sapi tersebut akan dijual kepada artis dan pejabat.
Dia mengaku saat ini telah menyediakan 20 ekor sapi untuk Iduladha. Namun, dia masih akan mencari tambahan sapi dalam sebulan ini. Hal itu lantaran biasanya Yuli mampu menjual sekitar 30-40 ekor sapi selama Idul Adha.
Terkait harga jual sapi, Yuli mengaku harga ditetapkan berdasarkan kesepakatan dengan pembeli. "Pesanan sebulan sebelum [Iduladha] sudah mulai naik. Biasanya deal [harga] sesuai kesepakatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Sampah pangkasan pohon mendominasi layanan TRC MAS JOS di Jogja dengan proporsi 63,3% dari sampah yang diangkut sepanjang 2026.
Guru pendamping siswa ABK di Sragen dilaporkan ke polisi setelah korban mengalami luka memar. Mediasi ketujuh kembali buntu.
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan akan dicairkan dua tahap pada Oktober dan November 2026 untuk memperkuat keuangan.
Indonesia dan Malaysia masih 0-0 pada babak pertama FIFA ASEAN Cup 2026. Thom Haye mendapat kartu merah dan Garuda bermain 10 pemain.