DIY Catat 25 Kasus Kusta, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Kasus kusta masih ditemukan di Indonesia. Kenali 5 gejala, cara penularan, pengobatan MDT, serta upaya pencegahan sejak dini.
Organisasi Masyarakat (Ormas) Jaringan Nasional Indonesia atau Jarnas Indo resmi dideklarasikan di Hotel Royal Ambarukmo, Sabtu (19/4/2025). Organisasi yang diisi para mantan aktivis 98 ini siap mengawal kebijakan pemerintah agar selalu pro terhadap rakyat. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Jaringan Nasional Indonesia atau Jarnas Indo resmi dideklarasikan di Hotel Royal Ambarukmo, Sabtu (19/4/2025). Organisasi yang diisi para mantan aktivis 98 ini siap mengawal kebijakan pemerintah agar selalu pro terhadap rakyat.
Dalam dekralasi sekaligus kongres itu, Happy Kurniawan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Jarnas Indo. Kemudian Adhi Wibowo sebagai Ketua Harian dan Damar Panca Mulya sebagai Sekjen Jarnas Indo periode 2025-2030.
"Kami sebagian besar aktivis, termasuk aktivis 98, berhimpun menjadi organisasi Jaringan Nasional Indonesia. Saat ini berasal dari berbagai latar belakang seperti di serikat buruh dan tani, kemudian ada yang membangun bisnis dan juga ada yang aktif berpolitik. Dan kami tdak terafiliasi pada parpol. Ini dibentuk sebagai organisasi pemuda berskala nasional yang bersifat modern dan kekinian untuk menjawab tantangan anak jaman saat ini," kata Happy Kurniawan, Sabtu (19/4/2025).
Adhi Wibowo menambahkan anggota Jarnas Indo tersebar di 20 Provinsi di Indonesia. Mereka siap mengawal kebijakan pemerintah baik di level daerah maupun pusat. Pihaknya siap bahu membahu membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
"Tentu kami akan mendukung dan mengawal program pemerintah sepanjang program tersebut bermanfaat dan tepat sasaran," ujarnya.
Adapun Sekjen Jarnas Indo Damar Panca Mulya menegaskan semangat organisasinya adalah membangun, sehingga muara dari tujuannya adalah membela kepentingan rakyat. Ia menegaskan akan memberikan dukungan penuh terhadap Pemerintah Prabowo jika berbagai kebijakannya pro terhadap kepentingan masyarakat.
"Tetapi sebaliknya jika kebijakan tidak pro terhadap rakyat atau hanya bermanfaat untuk segelintir orang saja, tentu jiwa aktivis kami akan muncul, kami akan memberikan kritik sebagai bentuk kontrol sosial," ujarnya pria yang akan disapa Bung Oncom ini.
Ia juga menyoroti ketidakpastian ekonomi global yang secara perlahan berdampak pada masyarakat. Termasuk minimnya lapangan pekerjaan. Menurutnya pemerintah harus mengambil langkah strategis dalam membuka lapangan pekerjaan maupun memberikan kemudahan akses permodalan yang lebih luas lagi sasarannya.
"Tentu harapannya bisa saling bahu membahu diantara stakeholder dan bersinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah. Termasuk dalam rangka mewujudkan percepatan Indonesia Emas di tahun 2045. Jangan sampai Indonesia emas hanya miliki segelintir orang, seluruh masyarakat harus bisa merasakan bagaimana Indonesia Emas yang digadang di 2045 tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kusta masih ditemukan di Indonesia. Kenali 5 gejala, cara penularan, pengobatan MDT, serta upaya pencegahan sejak dini.
Polri melimpahkan kasus dugaan korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung. DPR memastikan proses hukum dikawal hingga tuntas.
Kemensos terus mendampingi anak di Sukabumi yang kerap mencium bau BBM. Asesmen menunjukkan perkembangan perilaku, tetapi pendampingan berlanjut.
KDMP Bentangan Klaten menggaji dua pegawai Rp1,5 juta per bulan dari pendapatan operasional dengan omzet rata-rata Rp40 juta setiap bulan.
Jayden Adams meninggal dunia pada usia 25 tahun. Berikut profil, perjalanan karier, dan prestasi gelandang timnas Afrika Selatan itu.
Prediksi Argentina vs Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. Lionel Messi menjadi andalan La Albiceleste menghadapi Swiss yang disiplin.