FAM Protes Injury Time Indonesia vs Bangladesh, Minta FIFA Jelaskan
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo angkat bicara terkait rencana dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq yang akan menerjunkan tim penyelidik guna meninjau persoalan sampah di Kota Jogja pekan depan. Hasto memastikan persoalan penumpukan dan pengelolaan sampah di Kota Jogja telah selesai.
"Kami di Jogja telah mengikuti arahan provinsi. Kami gunakan Piyungan [Unit Pengelolaan Sampah (UPS)], kemudian di luar yang menggunakan Piyungan, kita pakai insenerator," kata Hasto, Senin (21/4/2025).
Terkait dengan langkah ke depan, Hasto memaparkan persoalan sampah akan diselesaikan dengan mengosongkan depo-depo sampah yang ada. Setelah itu, Pemkot mengoptimalkan pengelolaan sampah dengan skema secara real time. Sebab, potensi pengolahan melalui UPS yang ada sudah melampaui potensi sampah mingguan.
"Jadi bahwa bahwa real time-nya sehari kan ada 300-an ton kurang lebih," ungkapnya.
BACA JUGA: Tanggapan Pemkot Jogja Soal Rencana Ada Tim Penyelidik Sampah dari Kementerian LH
Padahal, potensi sampah mingguan di Kota Jogja sekitar 1.423 ton, sementara potensi pengolahan sampah mingguan per 15 April 2025 mencapai 1.650 ton per minggu.
Selain itu, Pemkot juga mengolah sampah dengan memanfaatkan jasa mitra, salah satunya adalah TPS3R Panggungharjo, Sewon, Batul dan ITF Bawuran, Pleret, Bantul.
"Jadi kan sudah teralokasi semua lah. Yang yang kami tidak mampu mengalokasikan maka kami ini ke Mitra. Mitranya sekarang Panggungharjo, ke depan juga ada ITF Bawuran. Jadi, sudah jelas tidak ada yang tidak jelas sampahnya itu sudah jelas," tandas Hasto.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Agus Tri Haryono, menyatakan persoalan sampah sudah selesai. Hal ini dilakukan dari hulu sampai hilir. Selain itu, Pemkot juga terus berkoordinasi dengan DLHK DIY," ucapnya.
Sekadar diketahui, Sabtu (19/4/2025), Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq di Kulonprogo mengatakan penyelidik akan dikirim pekan depan guna menelisik pengelolaan sampah di Kota Jogja. Sebab, sampai saat ini ia mengaku belum mengetahui bagaimana persoalan sampah di Kota Jogja akan diselesaikan.
"Sampai hari ini kami belum tahu sampahnya lari ke mana," ucap Hanif.
Menanggapi persoalan tersebut, Agus mengaku pihaknya siap bertemu dan memberikan penjelasan kepada penyelidik dari Kementerian LH dan Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, jika jadi datang ke Jogja pada pekan depan. "Nantinya Pak Wali juga akan memberikan penjelasan terkait apa yang sudah kami lakukan untuk menuntaskan masalah sampah," ucap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.