Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi siswa baru - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY hingga saat ini belum menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Namun secara umum, SPMB tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, dengan beberapa perbedaan kecil.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, menjelaskan saat ini Pergub tentang SPMB 2025 belum terbit. “Belum keluar, kami masih menunggu. Sudah kami kirim ke Pemda DIY. Jadi sekarang belum ada,” ujarnya, Kamis (24/4/2025).
Menurutnya, SPMB tahun ini tidak ada perbedaan besar dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu. hanya saja, di beberapa poin ada pembaruan. “Misalnya penghargaan kepada Kepanduan Kepramukaan dan Ketua OSIS [masuk jalur prestasi]. Yang lainnya hampir sama,” katanya.
Kemudian perbedaan lainnya sudah diumumkan oleh Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu, seperti kuota jalur prestasi yang sekarang 30%. Kuota yang sama juga diterapkan pada jalur afirmasi yang didalamnya mengakomodir difabel dan masyarakat tidak mampu.
BACA JUGA: Musim Kemarau Diprediksi Lebih Singkat, Warga DIY Disarankan Tetap Memanen Air Hujan
Lalu untuk SPMB sekolah swasta, menuturnya juga masih relatif sama dengan tahun lalu. Untuk bantuan kepada siswa kurang mampu,Pemda DIY menyiapkan beberapa mekanisme beasiswa. “Pemda DIY ada BOSDa, Kartu Cerdas dan sebagainya. Kami punya program untuk membantu siswa yang miskin,” ungkapnya.
Terkait program Sekolah Rakyat yang dicanangkan pemerintah pusat untuk masyarakat tidak mampu, menurutnya tidak berkaitan dengan SPMB umum, karena sistem penerimaan muridnya berbeda.
“Sekarang sudah mulai menjaring penerimaan siswa baru, tapi dari Kementerian Sosial. Sistemnya berbeda,” katanya.
Di DIY, Sekolah Rakyat yang sudah berdiri ada satu milik Kementerian Sosial di Sonosewu. Pemda DIY juga sudah mengusulkan lahan kosong di Gilangharjo, Pandak, Bantul untuk didirikan Sekolah Rakyat. Seluruh operasional Sekolah Rakyat dilakukan oleh Pemerintah Pusat termasuk rekrutmen siswanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.