Indomaret Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M. /Istimewa.
JOGJA—Transformasi digital tak lagi menjadi wacana masa depan, melainkan kebutuhan mendesak di era masyarakat 5.0. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD DIY, Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M ketika menyoroti pentingnya adopsi teknologi di sektor pendidikan, khususnya dalam program Sekolah Rakyat.
“Ketimpangan informasi dan pengetahun harus segera diberikan solusi nyata melalui terobosan pemanfaatan teknologi digital di sekolah rakyat”, ujar Dr. Raden Stevanus dalam rilisnya, Senin (5/5/2025).
“Di era masyarakat 5.0, transformasi digital di berbagai sektor sangat diperlukan dan sudah menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu sektor yang harus segera melakukan lompatan besar dalam pemanfaatan teknologi.
BACA JUGA: Peluang Kerja Sama, Kementerian Komdigi Lirik Tony Blair Institute
Sekolah Rakyat, sebagai bentuk alternatif pendidikan bagi masyarakat, dinilai perlu menerapkan pendekatan digital agar tidak terjadi ketimpangan akses dan kualitas. Program Sekolah Rakyat perlu juga memanfaatkan teknologi digital agar ada persamaan yang didapat oleh para siswa.
Ia menekankan Sekolah Rakyat harus dibangun dengan konsep transformasi digital agar mampu mencetak generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Terobosan hadirnya sekolah rakyat, bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga dalam metode pembelajaran, pengelolaan data pendidikan, dan pelibatan teknologi dalam proses belajar-mengajar," katanya.
Pemanfaatan teknologi digital, memungkinkan ada kesetaraan transfer ilmu pengetahuan dari para pengajar yang berkualitas. Inovasi ini akan sangat berpengaruh terhadap tujuan peningkatan kualitas SDM.
“Lompatan inovasi terhadap persoalan peningkatan SDM harus segera dilakukan bukan sekedar wacana”, katanya.
Dalam bukunya yang berjudul "Transformasi Digital Menuju Smart Province", Dr. Stevanus menguraikan berbagai inovasi untuk menunjang transformasi digital termasuk di bidang pendidikan.
Buku tersebut memuat gagasan konkret tentang bagaimana digitalisasi bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini berada di luar sistem pendidikan formal.
“Indonesia perlu gebrakan revolusi pendidikan,” tandasnya.
BACA JUGA: Regulasi Penting dalam Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas
Menurutnya, revolusi tersebut harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, komunitas pendidikan, hingga dunia industri teknologi untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan dorongan kebijakan yang tepat dan kemauan untuk berinovasi, Sekolah Rakyat dapat menjadi contoh nyata bagaimana transformasi digital bisa membuka akses dan peluang belajar yang merata bagi seluruh anak bangsa”, katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.