Local to Viral, Budaya Lokal Didorong Jadi Pengalaman yang Menarik
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
Calon anggota Paskibraka DIY mengikuti seleksi jasmani di Lapangan Mandala Krida, Rabu (7/5/2025). - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
JOGJA—Puluhan calon anggota Paskibraka DIY menjalani seleksi jasmani di Lapangan Mandala Krida, Rabu (7/5/2025). Seleksi tersebut digelar untuk memastikan calon anggota Paskibraka memiliki kondisi fisik yang prima.
Kepala Bidang Bina Ideologi dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol DIY, Djuli Sugiarto, mengatakan seleksi jasmani dilakukan terhadap 80 orang calon anggota Paskibraka yang dikirim dari tiap kabupaten/kota di DIY. Jumlah tersebut terdiri dari 40 orang calon Paskibraka putra dan 40 orang calon Paskibraka putri.
"Itu [calon anggota Paskibraka] yang terbaik sesuai perangkingan yang ada di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila [BPIP]," katanya.
Dari jumlah tersebut, nanti akan diambil 20 orang putra dan 20 orang putri untuk menjadi anggota Paskibraka DIY dan nasional. Dari jumlah tersebut akan diambil dua putra dan dua putri untuk dikirim menjadi calon anggota Paskibraka tingkat nasional. Dari jumlah tersebut, akan kembali diseleksi untuk diambil satu orang putra dan satu orang putri sebagai perwakilan DIY untuk Paskibraka nasional.
Dia menyampaikan, untuk calon anggota Paskibraka DIY harus menjalani sejumlah tahapan seleksi, yaitu seleksi tes wawasan kebangsaan (TWK), dan tes intelegensia umum (TIU). Kemudian tes psikologi, tes kesehatan mata, gigi dan tes kesehatan secara umum. Kemudian ada tes kesamaptaan dan kesehatan jasmani, serta tes wawancara. "Tes wawancara ini terakhir. [Anggota Paskibraka] yang dikirim dari Jogja harus memiliki pengetahuan mengenai keistimewaan Jogja, karena mereka akan menjadi perwakilan dari Jogja," katanya.
Dia berharap anggota Paskibraka yang nantinya terpilih dapat menjadi generasi muda yang dapat menyebarkan nilai-nilai toleransi, gotong-royong, dan cinta Tanah Air di tengah masyarakat.
Direktur Perencanaan, Standardisasi dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yakob KM., menyampaikan jajarannya berharap seleksi calon anggota Paskibraka yang digelar dapat menjaring calon terbaik. "Ini [calon anggota Paskibraka] tidak hanya menyangkut pengetahuan saja, fisik, mental dan attitude juga harus baik," katanya.
Menurutnya, anggota Paskibraka nantinya akan menjadi panutan bagi generasi muda seumuran mereka. Untuk itu, dia berharap mereka akan memiliki perilaku yang unggul, memiliki karakter yang mau bergotong-royong sehingga dapat menjadi contoh bagi generasi muda. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
Polda DIY mengoperasikan water treatment di Tepus, Gunungkidul, untuk mengolah sumber air keruh menjadi air yang dapat digunakan masyarakat.
Asal usul Anak Krakatau berawal dari letusan dahsyat Krakatau 1883. Simak sejarah Krakatau lama hingga kemunculan Anak Krakatau.
Pakar mengingatkan risiko abu vulkanis bagi penderita asma dan PPOK. Masker N95 dan stok obat disarankan untuk mengurangi risiko serangan.
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal mewaspadai gelombang hingga 4 meter pada 8-11 September 2026.