GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Buruh dan masyarakat umum mengikuti kegiatan pasar murah di AJB Bumiputera, Bintaran, Sabtu (10/5/2025)./ist MPBI
Harianjogja.com, JOGJA–Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY memperingati hari buruh internasional atau May Day dengan menggelar pasar murah. Kegiatan ini untuk merespon upah buruh yang kecil namun harga kebutuhan pokok terus meningkat.
Koordinator MPBI DIY, Irsad Ade Irawan, menjelaskan May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei merupakan momentum bersejarah yang merepresentasikan perjuangan kaum buruh untuk mendapatkan keadilan sosial dan kondisi kerja yang layak.
“Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, May Day tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga ruang konsolidasi dan refleksi gerakan buruh atas situasi ketenagakerjaan dan ekonomi yang dihadapi saat ini,” katanya, Sabtu (10/5/2025).
Di Jogja, buruh menghadapi tantangan berat mulai dari upah rendah, sistem kerja kontrak yang eksploitatif, hingga kenaikan harga kebutuhan pokok yang membebani kehidupan sehari-hari. “Sebagai respons konkret terhadap kondisi tersebut, MPBI DIY dan Koperasi Persatuan Buruh Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pasar Murah May Day 2025,” ungkapnya.
BACA JUGA: Paket Makanan untuk Jemaah Haji Indonesia Disajikan dalam Empat Warna Wadah
Pasar murah ini sebagai bentuk solidaritas ekonomi antara buruh dan masyarakat. “Kegiatan ini bertujuan menyediakan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta memperkuat semangat kolektif dalam menghadapi tekanan ekonomi melalui jalur koperasi dan ekonomi alternatif,” katanya.
Pasar Murah ini tidak hanya ditujukan untuk anggota koperasi, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum sebagai bentuk pengabdian sosial dan kontribusi koperasi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Pasar Murah May Day mendistribusikan kurang-lebih 900 paket sembako murah, berisi 5 kg beras, satu kilogram gula, satu liter, minyak, satu kotak teh dan satu kaleng susu. Ratusan paket tersebut, selain didistribusikan kepada pekerja atau buruh pabrik juga disalurkan kepada Pekerja Rumah Tangga, Pekerja Migran, Pekerja Kreatif, Pengemudi Ojol, dan masyarakat umum.
“Kami berharap Pasar Murah Mayday bukan hanya menjadi peringatan simbolik, melainkan wujud nyata dari perjuangan dan keberpihakan gerakan buruh terhadap kehidupan yang lebih adil, mandiri, dan sejahtera,” katanya.
Pasar Murah May Day berlangsung di AJB Bumiputera, Bintaran, Sabtu (10/5/2025). Ia berharap pemerintah agar semakin banyak menggelar pasar sembako murah dan upaya-upaya lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.
Pemkab Sleman bersama Forum TJSP menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar melalui Gebyar TJSP Merdeka 2026 untuk beasiswa, sembako, modal usaha, bantuan disabilitas