Ducati Luncurkan Panigale V4 Mrquez Edisi Juara Dunia 2025
Ducati meluncurkan Panigale V4 Márquez 2025 edisi juara dunia MotoGP, hanya 293 unit dengan komponen premium dan desain eksklusif.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Aksi pengeroyokan diduga terjadi terhadap TS, 35, warga Bambanglipuro, Bantul, di Dusun Merten, Gadingharjo, Sanden, Bantul, pada Sabtu (17/5/2025) malam. Akibatnya, TS mengalami luka di bibir bagian bawah, luka pada kepala serta merasa pusing.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, kejadian dugaan pengeroyokan terhadap TS terjadi pada pukul 23.30 WIB. TS telah melapotkan kejadian tersebut ke Polres Bantul pada Minggu (18/5/2025) sekitar pukul 04.21 WIB.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Kasihan
"Jadi saat itu, korban hendak parkir sepeda motor. Warga setempat menarik uang parkir senilai Rp10.000. Kemudian teman korban bilang "kok ra sepuluh juta sisan"," kata Jeffry.
Mendengar perkataan tersebut warga merasa tersinggung dan korban langsung dipukuli warga setempat kurang lebih berjumlah 5 orang.
"Atas kejadian tersebut korban mengalami luka di bibir bagian bawah, luka pada kepala serta merasa pusing. Dan korban pun telah melapor ke Pores Bantul untuk proses hukum selanjutnya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ducati meluncurkan Panigale V4 Márquez 2025 edisi juara dunia MotoGP, hanya 293 unit dengan komponen premium dan desain eksklusif.
Latsarmil KDMP telan 5 korban jiwa. Akademisi UGM minta evaluasi total karena dinilai tak relevan dengan tugas manajer koperasi.
Prabowo targetkan BUMN dipangkas jadi 250 perusahaan. Lebih dari 750 BUMN akan ditutup demi efisiensi dan transparansi.
Sejarah! 8 wakil Afrika lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Rekor baru, lampaui 2014 & 2022. Maroko, Kongo, & lainnya siap mengguncang fase gugur!
Messi cetak rekor 7 laga beruntun di Piala Dunia 2026 usai bawa Argentina menang 3-1 atas Yordania dan incar Sepatu Emas.
Penelitian mengungkap hubungan jumlah anak dengan penuaan biologis, namun stres, gaya hidup, dan dukungan sosial juga berperan besar.