27 Orang Tewas dalam Dua Penembakan Massal di Afrika Selatan
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Aksi pengeroyokan diduga terjadi terhadap TS, 35, warga Bambanglipuro, Bantul, di Dusun Merten, Gadingharjo, Sanden, Bantul, pada Sabtu (17/5/2025) malam. Akibatnya, TS mengalami luka di bibir bagian bawah, luka pada kepala serta merasa pusing.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, kejadian dugaan pengeroyokan terhadap TS terjadi pada pukul 23.30 WIB. TS telah melapotkan kejadian tersebut ke Polres Bantul pada Minggu (18/5/2025) sekitar pukul 04.21 WIB.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Kasihan
"Jadi saat itu, korban hendak parkir sepeda motor. Warga setempat menarik uang parkir senilai Rp10.000. Kemudian teman korban bilang "kok ra sepuluh juta sisan"," kata Jeffry.
Mendengar perkataan tersebut warga merasa tersinggung dan korban langsung dipukuli warga setempat kurang lebih berjumlah 5 orang.
"Atas kejadian tersebut korban mengalami luka di bibir bagian bawah, luka pada kepala serta merasa pusing. Dan korban pun telah melapor ke Pores Bantul untuk proses hukum selanjutnya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.