Pemkab Kulonprogo Rotasi Pejabat, Susilaningsih Jadi Direktur RSUD Wates
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Ilustrasi perceraian/ist-divorceandmoneymatters
Harianjogja.com, KULONPROGO - Kantor Kementerian Agama Kulonprogo mencatat ada penurunan angka pernikahan. Tren tersebut juga dialami dalam hal perceraian yang mengalami penurunan. Meskipun, ada alasan baru dalam pengajuan perceraian.
Pengadilan Agama (PA) Kulonprogo mencatat penurunan perceraian terjadi mulai 2023 ke 2024. Sementara itu, untuk 2025 data masih berjalan sehingga belum bisa dirinci. "Dari 2023 ke 2024 menurun dari 593 menjadi 476 perceraian," ujar Humas PA Kulonprogo Dalhar Asnawi, Selasa (20/5/2025).
Sementara itu, total perkara yang diajukan di 2025 mencapai 252 seluruh perkara. Belum dapat dirinci angka perceraian di 2025 jumlah konkretnya. Dalhar menilai, kalau melihat trennya akan mengalami penurunan perceraian di tahun ini.
Menurutnya, penurunan angka perceraian pertanda masyarakat Kulonprogo sejahtera. Pasalnya, kejadian perceraian didominasi dengan faktor penyebab ekonomi. "Mendominasi perceraian karena ekonomi dan ditinggal pergi begitu saja," sambungnya.
Faktor ekonomi lantaran malas bekerja dan ada yang memang tidak memiliki pekerjaan. Ada juga faktor ekonomi lantaran pinjaman online atau Pinjol dan judi online (Judol). Dalhar menuturkan, Judol yang bikin kecanduan suami sehingga pemberian nafkah berkurang.
BACA JUGA: Jadwal Bus Damri Rute Jogja Semarang Hari Ini, Rabu 21 Mei 2025
Sebab karena lebih sering hasil keringat digunakan untuk main judol. "Tapi angkanya kecil di Kulonprogo tidak sampai 10 persen dari angka seluruhnya," tuturnya. Termasuk pinjol pun angkanya tidak begitu dominan dalam kaitannya perceraian di Kulonprogo.
Terlenanya dengan Judol membuat orang ada harapan yang diinginkan tetapi kenyataannya tidak mendapat apapun. Dalhar menuturkan, untuk penyebab ekonomi biasanya perceraian diajukan pihak istri. Menurutnya, pada 2023 mayoritas cerai gugat dari istri mencapai 454 pengajuan.
"Sedangkan cerai talak pada tahun yang sama mencapai 139 pengajuan," ungkapnya. Sedangkan di 2024 cerai talak hanya 106 pengajuan sedangkan cerai gugat mencapai 370 pengajuan. Dia menilai dari data tersebut mayoritas perceraian lantaran ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.