Menyelamatkan Si Miskin dari Muslihat Jahat Bandar Judol
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Dekan FIAI UII Asmuni. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Agama RI resmi memberikan SK pembukaan prodi Magister Hukum Keluarga Islam kepada Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII. Komitmen untuk memperkuat ketahanan keluarga menjadi salah satu dasar diajukannya prodi tersebut.
Dekan FIAI UII Asmuni mengaku butuh waktu sekitar empat tahun proses pembukaan Magister HKI hingga mendapatkan SK dari Kementerian Agama. Sejumlah faktor pun menjadi pertimbangan untuk membuka prodi tersebut, salah satunya berkaitan dengan pasar atau minat mahasiswa.
BACA JUGA: DP3AP2KB Jogja Dorong Ketahanan Keluarga Melalui Puspaga
"Pengajuan mulai dari ke pengesahan senat fakultas, senat universitas, ada kajian-kajian juga dan hasilnya prodi magister hukum Islam ini masih banyak peminatnya. Sehingga diajukan ke Kementerian Agama hingga saat ini mendapatkan SK," katanya Selasa (20/5/2025).
Ia mengungkap lulusan Magister HKI nantinya bisa menjadi hakim yang tidak hanya secara khusus menangani pembagian waris, perkawinan seperti di Pengadilan Agama. Namun juga bisa menjadi hakim menyelesaikan persoalan sengketa hukum lainnya.
Selain itu, lulusannya bisa berkontribusi penting dalam memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya ketahanan keluarga saat ini menjadi persoalan penting yang menimpa di hampir sebagian besar kalangan masyarakat. Melalui penyiapan SDM di level Magister, harapannya bisa memberikan sentuhan berbeda dalam menangani perkara keluarga.
"Ini menjadi komitmen kami bahwa persoalan sosial yang saat ini terjadi adalah ketahanan keluarga. Oleh karena itu tentu mahasiswa yang masuk di HKI ini akan diperkuat dengan materi tersebut," katanya.
Selain itu dalam kurikulum juga disusun dengan mempertimbangkan teknologi digital yang saat ini sudah berkembang pesat. Di mana digitalisasi turut mempengaruhi cara pandang dan komunikasi di sebuah keluarga. Di sisi lain digitalisasi juga memberikan dampak tersendiri bagi keluarga.
"Maka kami ada istilah fikih keluarga digital yang ini akan menjadi kekhasan di Magister HKI di UII menjadi berbeda dibandingkan kampus lain. Mulai bulan depan [Juni] sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.