Hotel Santika Gunungkidul Salurkan 20 Tangki Air Bersih
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Deklarasi Komitmen Bersama Cegah Pernikahan Dini di DIY, Selasa (27/5/2025). Ariq Fajar Hidayat/Harian Jogja
JOGJA–Kasus pernikahan dini menjadi isu krusial yang mendapat perhatian dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY.
Kepala Dinas DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi mengatakan, pernikahan dini merupakan tantangan besar karena dapat berpengaruh terhadap berbagai aspek. Di antaranya kesehatan reproduksi remaja, pendidikan, ekonomi, perlindungan anak, dan kualitas generasi penerus bangsa.
Erlina memaparkan, pencegahan pernikahan dini diperlukan usaha ekstra. Pendekatan yang dilakukan harus terintegrasi, sistematis, dan melibatkan seluruh unsur pembangunan.
BACA JUGA: Pernikahan Dini, Puluhan Anak di Kota Jogja Minta Dispensasi Menikah
Salah satu upaya yang dilakukan ialah meluncurkan program bernama Komite Kerja Pandu (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Terpadu Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Penurunan Angka Pernikahan Dini).
“Bukan hanya menjadi program, tetapi juga platform kolaborasi lintas sektor yang memfasilitasi sinergi antara pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat sipil untuk mengedukasi, menginformasikan, dan membangun kesadaran remaja akan pentingnya menjaga masa depan mereka,” ujar Erlina, Selasa (27/5/2025).
Dalam gerakan ini, pihaknya akan lebih memastikan bahwa remaja memiliki akses terhadap informasi yang faktual, memiliki dukungan dari lingkungan yang kondusif, serta kesempatan untuk berkembang secara optimal. Erlina pun mengajak berbagai instansi untuk ikut berperan dalam program ini.
“Kita percaya bahwa mencegah pernikahan dini adalah melindungi hak-hak dasar anak dan menjamin keberlanjutan pembangunan manusia yang berkualitas,” tandasnya.
Senada dengan Erlina, Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu turut menyoroti permasalahan pernikahan dini. Menurutnya, pernikahan dini bukan hanya persoalan individu atau keluarga, melainkan juga menyangkut pembangunan bangsa.
Dwi Wahyu pun turut mendukung gerakan Komite Kerja Pandu yang digagas DP3AP2 DIY. Ia mengatakan, program ini dapat menjadi wadah kolaboratif lintas sektor yang menyatukan peran pemerintah, tenaga pendidik, kesehatan, hingga remaja itu sendiri.
“Remaja berhak tumbuh dan berkembang secara optimal dan mendapatkan informasi yang akurat tentang kesehatan reproduksi, pendampingan yang tepat, serta dukungan lingkungan yang sehat dan aman,” katanya.
Menurutnya, perubahan ini harusnya dimulai dari pemahaman, diantaranya dengan memberikan ruang dialog, edukasi, dan komunikasi yang efektif. Dengan ini, diyakini dapat memperkuat tekanan remaja terhadap tekanan sosial yang mendorong mereka melakukan pernikahan dini. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har