Sleman Ingatkan Risiko Zoonosis di Balik Kedekatan Manusia dan Anabul
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.
Taman wisata Kaliurang di Sleman. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman menyatakan ada 2.838.865 wisatawan berkunjung di Bumi Sembada sejak awal 2025 hingga Mei 2025. Dari data sementara tersebut, capaian pendapatan asli daerah (PAD) menyentuh Rp2,4 miliar.
PAD dari sektor pariwisata mencakup komponen pajak hotel Rp66 miliar, restoran Rp78 miliar, dan hiburan Rp10 miliar. Dengan begitu, total PAD sektor pariwisata menyentuh Rp157,8 miliar.
Kepala Dispar Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan wisatawan tersebut berasal dari sejumlah daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Wisatawan dari Jawa Barat lebih banyak keluarga daripada massa.
“Itu semua destinasi wisata di Sleman, bukan destinasi yang hanya kami kelola saja. Kunjungan ke desa wisata juga masuk hitungan kami,” kata Zayid ditemui, Senin (2/6/2025).
Zayid mengaku larangan study tour dari Pemerintah Jawa Barat juga memengaruhi angka kunjungan wisatawan di Sleman. Menurut dia, larangan tersebut tidak berdasar. Pasalnya, faktor utama yang mengaruhi keselamatan wisatawan adalah kelaikan kendaraan.
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan ke Dlingo Terus Merosot, Pokdarwis Bidik Quality Tourism
Pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Sektor pariwisata memiliki dampak terhadap berbagai sektor, hotel, restoran, hiburan. Hal ini akan langsung menghambat perputaran ekonomi masyarakat. Dampak langsung akan terasa oleh pelaku UMKM, utamanya mikro. “Saya yakin pengelola pasti sering mengingatkan aturan. Guru memiliki peran juga di study tour ini,” katanya.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, mengatakan angka kunjungan siswa sekolah dari Jawa Barat di Sleman menurun 70% setelah kebijakan larangan study tour. Menurutnya, tingginya angka kunjungan di Bumi Sembada dipengaruhi oleh momen wisuda di sejumlah perguruan tinggi.
Rincian angka kunjungan tersebut yaitu pada Januari ada 1.219.120 orang, Februari ada 729.351 orang, dan Maret 96.486 orang, April 730.780, dan Mei 735.013 wisatawan.
Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Kaliurang, Danang Sumbodo, mengatakan angka kunjungan di Kawasan Wisata Kaliurang mencapai 52.302 orang selama Mei 2025. Angka tersebut tergolong tinggi lantaran ada libur panjang, Hari Raya Waisak dan Hari Kenaikan Yesus Kristus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.
Rocky Gerung menjelaskan alasannya bergabung sebagai Wantimpres Prabowo dan menegaskan sikap kritisnya terhadap arah kebijakan pemerintah.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10).
Retribusi wisata Pantai Parangtritis dan Pantai Depok mencapai Rp4,95 miliar pada Juli-September 2026, dengan kunjungan tertinggi pada Juli.