Krisis Air Meluas, 47 Tangki Air Disalurkan BPBD Sleman
BPBD Sleman menyalurkan 47 tangki air bersih ke empat kapanewon selama kemarau 2026. Turi menjadi wilayah dengan bantuan terbanyak.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran kewaspadaan Covid-19 menyusul adanya peningkatan penularan Covid-19 di sejumlah negara Asia seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia dan Singapura. Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berikan analisa ihwal potensi penyebaran dan cara mengantisipasinya di Indonesia.
Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM sekaligus peneliti Mikrobiologi Klinik Profesor Tri Wibawa berpendapat peningkatan kasus yang terjadi di negara tetangga tidak serta merta pasti akan diikuti peningkatan penularan kasus di Indonesia. Akan tetapi berkaca pada pandemi lalu, langkah antisipatif perlu disiapkan.
BACA JUGA: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Soroti Kandungan Gizi Cilok, Ini Penjelasannya
"Namun, belajar dari penularan di masa pandemi yang sangat cepat dan luas, akan lebih baik kalau kita bersiap," katanya, Rabu (4/6/2025).
Tri meyebut tingkat kecepatan penyebaran kasus kali ini cukup rendah. Hal itu lantaran varian SARS-CoV-2 yang dominan menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1, lalu di Singapura LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hongkong JN.1 dan di Malaysia adalah XEC (turunan JN.1).
Akan tetapi varian yang dominan di Indonesia saat ini berbeda dengan yang ada di negara tetangga yakni MB 1.1. Varian ini, kata Tri, belum masuk pada daftar Variants of Interest (VOIs) maupun variant under monitoring (VUMs) yang dikeluarkan oleh WHO
Dengan fakta belum banyaknya informasi spesifik tentang Variant MB1.1, Tri menduga manifestasi klinis yang muncul tidak banyak berbeda dengan varian omicron lain yang pernah beredar di Indonesia.
"Gejala yang ditimbulkan pun sejauh ini serupa dengan varian-varian Covid-19 sebelumnya, termasuk demam, pusing, batuk, sakit tenggorokan, mual dan muntah, serta nyeri sendi," ungkapnya.
Kendati angka kasusnya cukup rendah dan gejalanya cenderung sama, bukan berarti masyarakat tidak perlu waspada. Tri menganjurkan masyarakat dapat mengantisipasi dengan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi serta istirahat yang cukup.
Selain itu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker jika merasakan gejala seperti flu. "Jika berada dalam kerumunan dan membatasi diri untuk tidak berada di kerumunan jika merasa tidak dalam kondisi kesehatan yang prima," ujarnya.
Tri juga meminta masyarakat untuk memantau keadaan dari sumber informasi yang dapat dipercaya, termasuk dari pemerintah dan lembaga yang dapat dipercaya. "Kita harus yakin bahwa kita bersama telah memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk dapat bertahan pada masa-masa sulit pandemi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyalurkan 47 tangki air bersih ke empat kapanewon selama kemarau 2026. Turi menjadi wilayah dengan bantuan terbanyak.
Polda DIY mengoperasikan water treatment di Tepus, Gunungkidul, untuk mengolah sumber air keruh menjadi air yang dapat digunakan masyarakat.
Asal usul Anak Krakatau berawal dari letusan dahsyat Krakatau 1883. Simak sejarah Krakatau lama hingga kemunculan Anak Krakatau.
Pakar mengingatkan risiko abu vulkanis bagi penderita asma dan PPOK. Masker N95 dan stok obat disarankan untuk mengurangi risiko serangan.
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal mewaspadai gelombang hingga 4 meter pada 8-11 September 2026.