Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Bupatoi Bantul Abdul Halim Muslih saat pelepasan kontingen Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) DIY Tahun 2025 di di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul, Kamis (5/6/2025)./ Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menargetkan Bantul dapat mempertahankan gelar juara umum untuk yang ke-10 kalinya pada ajang Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) DIY Tahun 2025.
Pekan Paralimpik Pelajar Daerah merupakan agenda rutin setiap tahunnya yang menyelenggarakan berbagai ajang perlombaan olahraga untuk para pelajar disabilitas di DIY. Terdapat lima cabang olahraga yang akan dipertandingkan tahun ini, yakni cabang olahraga atletik, boccia, bulu tangkis, renang, dan tenis meja.
Terdapat 45 orang terdiri dari 35 atlet dan 10 orang pelatih dan official yang ikut dalam Peparpeda DIY 2025 ini. Halim meminta kepada para atlet untuk mempersiapkan diri. Selain kesiapan fisik dan keterampilan teknis, Bupati juga menekankan agar para atlet dapat menjaga mentalitas juara dan semangat juang.
Ia juga mendukung penuh partisipasi para atlet pada Peparpeda DIY 2025 dan berpesan agar tetap menjaga sportivitas dalam bertanding.
“Tingkatkan mentalitas juara, karena olahraga ini harus menguasai tiga hal, kesiapan atau kesehatan jasmani, kemudian keterampilan teknis dan yang tidak kalah penting mental. Semangat juang itu harus ada,” ucapnya dalam acara pelepasan kontingen Kabupaten Bantul di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul, Kamis (5/6/2025).
BACA JUGA: Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia Hadapi China, Tak Ada Shayne Patinama, Arhan dan Asnawi
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Titik Sunarti, menyebut kontingen Peparpeda Kabupaten Bantul Tahun 2025 sebanyak 45 orang terdiri dari 35 atlet dan 10 orang pelatih dan official.
Pelaksanaan Peparpeda digelar di beberapa venue, yaitu Stadion Mandala Krida, GOR Amongrogo, Sport Center Depok. "Target kami mempertahankan juara umum, karena kita sudah berturut-turut sejak 2015 menjadi juara umum selama 9 kali. Dan harapannya bisa menjadi juara umum untuk ke-10 kalinya tahun ini,” katanya.
Evi Maghfiroh, official cabang olahraga atletik, berharap Bantul dapat mempertahankan gelar juara umum. Menurutnya, para atlet telah melakukan persiapan yang matang untuk bertanding di laga kali ini.
“Harapannya untuk Peparpeda tahun ini semoga Bantul tetap bisa juara. Untuk para atlet sudah seminggu berlatih di Stadion Sultan Agung, sudah semaksimal mungkin latihannya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
BNPB memastikan tidak ada korban jiwa akibat karhutla di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Simak kronologi dan penanganannya.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.