PSIM Jogja Lepas Rahmatsho Jelang Super League 2026/2027
PSIM Jogja tidak memperpanjang kontrak Rahmatsho Rahmatzoda usai evaluasi skuad untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Sampah terlihat menumpuk di Jalan Kusbini, Demangan, Gondokusuman, Rabu (24/7/2024). Di lokasi ini Satpol PP Kota Jogja kerap menangkap pembuang sampah liar. – Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Permasalahan sampah liar di sepanjang Ring Road menjadi perhatian pemerintah kabupaten/kota di DIY, termasuk Pemkot Jogja.
BACA JUGA: Wali Kota Hasto Beberkan Progres Penanganan Sampah
Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, pihaknya turut membersihkan tumpukan sampah liar di kawasan Ring Road Selatan, tepatnya sekitar Giwangan. Menurutnya, sampah di Ring Road masih menjadi perhatian bersama Kota Jogja, Sleman, dan Bantul.
“Untuk sampah yang di jalan lingkar memang menjadi perhatian kita bersama di sekber Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, Bantul). Kita selalu berkoordinasi untuk penyelesaian masalah tersebut dengan selalu berpatroli membersihkan sampah liar,” ujar Haryoko, Minggu (8/6/2025).
Meskipun volume sampah liar di Kota Jogja semakin berkurang, Haryoko mengakui pengelolaan sampah di wilayahnya masih belum seimbang. Ia mengatakan, produksi sampah masih belum bisa first in first out, sehingga masih ada yang menginap di kendaraan atau unit pengolahan sampah.
Fokus mengatasi permasalahan sampah juga pada pembuang sampah liar. Pihaknya rutin berkolaborasi dengan Satpol PP Kota Jogja untuk patroli sekaligus pengenaan sanksi bagi pembuang sampah liar.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat mengatakan, pihaknya mulai menerapkan sanksi yustisi bagi pembuang sampah liar di wilayahnya. Kebijakan sanksi ini sesuai dengan Perda Kota Jogja Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah.
Berdasarkan Perda tersebut, pelaku pembuangan sampah liar bisa dikenai denda maksimal hingga Rp50 juta dan penjara paling lama tiga bulan. Octo mengatakan, sanksi ini ditekankan bagi pelaku yang melakukan pelanggaran berulang.
Selain sanksi tersebut, Satpol PP juga menyerahkan kebijakan sanksi kepada pemangku kebijakan di tingkat kemantren maupun kalurahan. Artinya, mantri pamong praja atau lurah dapat memberikan sanksi pembinaan kepada pembuang sampah liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tidak memperpanjang kontrak Rahmatsho Rahmatzoda usai evaluasi skuad untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Peringatan HAN 2026 di Prambanan libatkan ratusan siswa. Edukasi budaya, bantuan sosial, dan pesan penting untuk generasi muda.
Donald Trump dikabarkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekjen PBB setelah masa jabatan António Guterres berakhir.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.