Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di sekitar Stadion Kridosono pada Minggu (8/6/2025) pagi, sekitar pukul 03.55 WIB. Seorang pengendara sepeda motor, Aris, warga Margoagung, Seyegan, Sleman, terjatuh dan tertimpa motornya setelah pulang kerja.
Kepala SPKT Polsek Danurejan, Aiptu Eko Widodo, yang memimpin penanganan kejadian ini menjelaskan petugas menerima laporan dari warga yang melihat seorang pria tidak bergerak dan tertimpa sepeda motornya.
“Warga tersebut khawatir salah penanganan jika langsung menolong, sehingga memilih untuk melapor ke Polsek Danurejan,” ujarnya, Senin (9/6/2025).
BACA JUGA: Gelombang Pantai Selatan DIY Diprediksi Capai 4 Meter, Masyarakat Diminta Waspada
Petugas piket siaga segera mendatangi lokasi kejadian. Sesampainya di sana, mereka mendapati Aris masih dalam posisi tertimpa motornya. “Setelah memastikan kondisi aman, petugas langsung menanyai korban. Aris mengaku baru saja pulang kerja dari warung lesehan di Jalan Kusumanegara. Ia terjatuh karena mengantuk,” katanya.
Aris terjatuh lantaran motornya menyenggol trotoar dan mengakibatkan sejumlah luka lecet ringan. “Petugas kemudian membawa korban beserta sepeda motornya ke Mapolsek Danurejan untuk diberikan pertolongan pertama,” katanya.
BACA JUGA: 15 Orang Tewas Dalam Kecelakaan Bus Berpenumpang Mahasiswa di Malaysia
Beberapa saat kemudian Aris beserta motornya dijemput keluarga untuk pulang. Aiptu Eko Widodo mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama jika merasa mengantuk. “Pengendara sebaiknya beristirahat sejenak jika kantuk menyerang, demi keselamatan diri dan pengguna jalan lain,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.