Jawab Tantangan Multidisipliner Dunia Kerja, Prodi Manajemen Rekayasa Resmi Dibuka

Newswire
Newswire Minggu, 01 Juni 2025 07:07 WIB
Jawab Tantangan Multidisipliner Dunia Kerja, Prodi Manajemen Rekayasa Resmi Dibuka

Dekan FTI UII Profesor Hari Purnomo bersama jajaran. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan dunia kerja semakin ketat. Pencari kerja yang memiliki kualifikasi yang inovatif dan mampu beradaptasi dengan teknologi terkini sangat dibutuhkan di era saat ini.

Merespons kebutuhan dunia kerja Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) membuka prodi S1 Manajemen Rekayasa. Dekan FTI UII Profesor Hari Purnomo menjelaskan pembukaan prodi baru ini sebagai komitmen untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

"Kaena industri saat ini terus berkembang menyesuaikan dengan pasar dan teknologi yang berkembang pula. Manajemen Rekayasa ini menjadi salah satu yang dibutuhkan era saat ini," katanya dikutip Sabtu (31/5/2025).

BACA JUGA: Advokat Zico Leonard Ajukan Uji Materi UU Mata Uang, Minta Rp1.000 Jadi Rp1

Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII Imam Djati Widodo menambahkan prodi ini sekaligus menjawab tantangan multidisipliner di dunia kerja yang membutuhkan integrasi antara aspek rekayasa dan manajemen. Prodi ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman teknis, tetapi mampu mengelola proses bisnis dan operasional dengan pendekatan sistemik dan efisien.

'Program studi ini merupakan yang pertama di DIY dan Jawa Tengah, menawarkan pendidikan multidisipliner yang memadukan keilmuan teknik dan manajemen untuk mendukung pengembangan produk berbasis data digital atau digital data-driven product design," ujarnya.

Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa, Program Sarjana FTI UII Elanjati Worldailmi mengatakan salah satu keunggulannya yatu penerapan sistem pembelajaran melalui online dan offline learning yang fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan secara daring dan luring, memungkinkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan kebutuhan mahasiswa yang dinamis.

"Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan profesional yang mampu menjembatani antara bidang teknik dan manajemen. Dengan model hybrid, kami ingin memberikan akses pembelajaran yang lebih luas dan fleksibel tanpa mengurangi kualitas akademik. Biaya studi Program S1 Manajemen Rekayasa relataif terjangkau dengan masa studi maksimal delapan semester," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online