Guru Besar UGM Usulkan 3 Strategi Baru Cegah Karhutla
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
Korban kejahatan/kecelakaan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang pengemudi ojek online menderita luka-luka hingga akhirnya meninggal dunia usai diduga menjadi korban pembegalan oleh penumpangnya di daerah Kalasan, Sleman. Polisi saat ini telah menangkap pelaku dugaan pembegalan ini.
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo memastikan telah menangkap pelaku atas dugaan pembegalan ini. Pelaku kini telah ditahan oleh kepolisian. "Kejadian 4 Juni [2025], dilakukan penyelidikan sudah ditangkap sudah diproses sudah ditahan," terang Edy pada Kamis (12/6/2025).
BACA JUGA: Kisah Sri Suwarni: Merajut Usaha Melalui Sepatu dan Tas
Korban yang sempat mengalami sejumlah luka-luka dinyatakan meninggal dunia lima hari kemudian. Dugaan pembegalan itu berawal saat korban yang merupakan pengemudi ojol sedang mengambil penumpang di area Proliman, Kalasan. Di sana, korban diminta mengantar penumpang dengan tujuan di wilayah area Kalasan.
"Jadi korban itu keluar rumah karena mendapat order, terus habis itu mengambil penumpang di daerah Proliman, kemudian tujuannya katanya ke daerah Kalasan," katanya.
Kanit Reskrim Polsek Kalasan, Ipda Ritantoko Wicaksono menambahkan korban AD semula menerima pesanan mengantar penumpang sekitar pukul 03.00-03.30 WIB. Korban diminta mengantarkan penumpang dari Proliman Kalasan ke Purwomartani, Kalasan.
Melihat tujuannya, korban sebenarnya menghendaki untuk melalui rute Jl. Solo. Namun si penumpang enggan dan meminta dilewatkan jalan perkampungan.
"Kurang lebih 300 sampai 400 meter sampai di bulak persawahan itu pelaku mengacungkan pisau dapur di leher korban," ungkapnya.
BACA JUGA: Prabowo Akan Kurangi Anggaran TNI Polri Demi Naikkan Gaji Hakim
Diacungkan senjata tajam, korban berusaha melakukan perlawanan. Pelaku lantas kabur saat korban melakukan perlawanan. Korban yang menderita luka-luka karena menahan serangan pelaku dilarikan ke rumah sakit.
Setelah dirawat beberapa di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya. Korban mengembuskan napas terakhirnya lima hari setelah kejadian.
Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menemukan ciri-ciri yang mengarah ke pelaku. Terduga pelaku berinisial BP selanjutnya berhasil dibekuk pada Sabtu (7/6/2025).
"Dia sudah mengakui, sudah kami amankan, kami tangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan. Barang bukti sudah ada, pakaian, pokoknya semua yang mengarah ke CCTV sama sesuai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
Belanda kembali mundur dari Eurovision 2027. AVROTROS menilai ajang musik itu tak lagi netral akibat dampak konflik Gaza.
Jadwal bola malam ini 24-25 Agustus 2026 menghadirkan Fulham vs Chelsea, Roma vs Fiorentina, Bologna vs Lazio hingga Kualifikasi Liga Champions.
Olahraga tradisional Nusantara akan menjadi salah satu sajian utama dalam ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang digelar di Jogja pada 31 Agustus-6 September 2026
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut kabut asap karhutla mulai mereda. Transportasi darat, laut, dan udara di Kalimantan tetap beroperasi.