UMKM Jogja Bakal Terhubung ke Hotel Lewat Koperasi Merah Putih
DisperinkopUKM Jogja mendorong UMKM bergabung dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperluas pemasaran, termasuk ke sektor perhotelan.
Sejumlah orang tua sedang berkonsultasi ihwal proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kantor Dinas Pendidikan Sleman, Kalurahan Tridadi, Sleman, Kamis (19/6/2025). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) masuk hari kedua. Sejumlah orang tua mulai banyak mendatangi Posko SPMB Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Kamis (19/6/2025).
Beberapa dari mereka meminta penjelasan lebih lanjut mengenai petunjuk teknis hingga komplain. Salah satu orang tua, Riyan Ary, mengatakan dia datang bersama istri dan anaknya untuk melakukan konsultasi terkait kesulitan pemenuhan syarat jalur mutasi dari Kabupaten Kulonprogo ke Kabupaten Sleman.
“Kami harus menyerahkan hari ini sampai pukul 14.00 WIB. Padahal sekarang pukul 11.00 WIB. Mulai kemarin sebenarnya. Kami merasa tidak ada sosialisasi. Baru datang ke sini dan baru tahu,” kata Riyan ditemui di Posko SPMB Disdik Sleman, Kamis (19/6/2025).
Riyan menegaskan anaknya berpotensi tidak dapat bersekolah di SMP Negeri di Kabupaten Sleman. Pilihan terakhirnya adalah sekolah swasta. “Kalau kami ini kan status perekonomian menengah ke atas. Bisa lah ke swasta. Tapi kalau yang menengah ke bawah kan kasihan,” katanya.
Meski begitu, Riyan mengapresiasi pelayanan yang Disdik Sleman berikan kepada setiap orang tua yang datang.
Orang tua lainnya, Tata, mengaku keluarganya ber-KTP Sleman. Namun, anaknya menempuh pendidikan jenjang sekolah dasar di SD Negeri Sokowaten Baru. Dia ingin mendaftar SMP di Sleman lewat jalur domisili wilayah.
“Saya mengontrak di Bantul dan suami kerja di sana. Kalau KTP saya Caturtunggal Depok Sleman. Waktu itu cari sekolah yang dekat kontrakan saja. Bapak sudah pensiun dan sekarang mau sekolah di Sleman. Tapi Dinas minta verifikasi akun pendaftaran,” kata Tata.
Pengawas SMP Disdik Sleman, Warjianto Panca Wasono, mengatakan perlu surat keputusan (SK) mutasi dari perusahaan sebagai syarat pendaftara jalur mutasi. “Ada rentang waktu juga, maksimal setahun sebelumnya SK-nya,” kata Wasono.
Wasono menambahkan Disdik Sleman juga hanya melakukan entri data khusus siswa yang bersekolah di Sleman. Dengan begitu, apabila ada calon siswa dari kabupaten/ kota lain mau mendaftar harus melakukan entri secara mandiri/ manual.
“Kalau dari luar harus mengisi semua; untuk ASPD sudah dari DIY jadi tidak perlu mengisi,” kata Wasono.
Wasono menjelaskan zonasi radius dapat diperluas hingga 1.200 meter dari sekolah. Perluasan ini menyesuaikan dengan topografi wilayah. Apabila hanya mengacu pada radius 300 meter, sekolah tidak akan mendapat murid. Hal ini terutama terjadi di Kapanewon Prambanan di mana banyak area persawahan dan perbukitan tanpa penduduk.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, mengatakan tidak ada kendala apapun selama proses SPMB 2025 maupun Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun-tahun sebelumnya.
“Basis data saja. Kami sudah menyiapkan data yang sumbernya SD atau MI di Kabupaten Sleman sejak April 2025. Kalau calon siswa dari luar kabupaten ya harus menyiapkan dan mengentri di sistem,” kata Dwi.
Secara umum, orang tua masih bingung memahami petunjuk teknis SPMB 2025. Dia berharap SPMB 2025 dapat berjalan lancar hingga pembukaan jalur domisili wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DisperinkopUKM Jogja mendorong UMKM bergabung dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperluas pemasaran, termasuk ke sektor perhotelan.
Singapura menyebut pengurangan ekspor gas Indonesia kurang dari 2% kebutuhan harian dan menyiapkan pasokan LNG serta cadangan bahan bakar.
Kemenkes membantah narasi Menkes Budi Gunadi Sadikin sesak napas saat memakai tabung oksigen di Palangka Raya dan menjelaskan tujuan kunjungannya.
Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, Yaman, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 14 lainnya.
BNPB memantau karhutla di Way Kambas yang berdampak pada 7.000 hektare lahan. Pemadaman terkendala gambut, angin, dan keterbatasan air.
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.