Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua wisatawan asal Semarang, Jawa Tengah terseret ombak di Pantai Watukodok di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Senin (23/6/2025) pagi.
Korban atas nama Muhammad Nabil,17, berhasil diselamatkan, sedangkan satu korban lain bernama Yuda Dwi Prasetya masih dalam pencarian.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, peristiwa dua wisatawan terseret ombak di Pantai Watukodok bermula saat korban dan empat temannya berangkat berwisata dari Semarang ke Gunungkidul pada Senin (23/6/2025) tengah malam. Rombongan tiba di pantai sekitar pukul 04.00 WIB dan beristirahat sementara waktu.
Sekitar pukul 05.30 WIB, korban dan teman-temannya bermain air. Tak berselang lama empat orang memutuskan berhenti dengan menuju ke darat.
Sedangkan Muhammad dan Yuda tetap bermain air. Saat asyik bermain, tiba-tiba datang ombak besar yang menyeret kedua korban ke tengah.
Beruntung korbana atas nama Muhammad dapat menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggiran. Adapun Yuda terus terseret hingga tenggelam digulung deburan ombak di pantai selatan.
“Kedua korban sudah sempat diingatkan oleh teman-temannya tentang bahaya ombak besar, tapi tidak dihiraukan,” kata Suris kepada wartawan, Senin siang.
BACA JUGA: Watu Kodok Mulai Didatangi Wisatawan
Mendapati laporan orang hilang terseret arus di Pantai Watukodok, maka upaya pencarian langsung dilakukan. Sedikitnya 30 personel Satlinmas dikerahkan untuk mencari keberadaan korban.
Hanya saja, kata Suris, hingga pukul 11.30 WIB, keberadaan Yuda belum juga diketemukan. “Upaya pencarian masih terus dilakukan. Adanya kenaikan gelombang membuat pencarian menjadi sedikit terkendala,” kata Suris.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, pihaknya bersama dengan tim gabungan terus berusaha mencari keberadaan korban. Pihaknya sudah berupaya, namun pencarian belum membuahkan hasil.
“Sudah dilakukan pencarian dengan memantau dari atas perbukitan, tapi keberadan korban belum diketemukan,” katanya.
Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama sehingga insiden kecelakaan laut bisa ditekan. Kepada para pengunjung diimbau agar tidak bermain di area berbahaya, terlebih lagi sejak Sabtu (21/6/2025) terjadi kenaikan gelombang.
“Kami terus berupaya mengingatkan agar pengunjung tidak bermain di area berbahaya, tapi untuk keselamatan juga butuh partisipasi aktif dari pengunjung sendiri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Dato' Sri Tahir menyebut penunjukannya sebagai anggota Wantimpres Prabowo merupakan suatu kehormatan dan menyerahkan agenda kepada Pratikno.
MA mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 1 Oktober 2026.