Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
emaah haji kloter 1 Embarkasi Solo asal Kabupaten Purbalingga sujud syukur saat tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Jumat (13/6/2025). (Solopos/Ni'matul Faizah)
Harianjogja.com, JOGJA —Kepulangan jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dimulai pada 30 Juni hingga 3 Juli 2025 mendatang.
“Kepulangan jemaah haji DIY akan diawali Kloter 62-SOC merupakan gabungan Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah) dan Kabupaten Bantul dijadwalkan mendarat pada Senin 30 Juni 2025 pukul 16.50 WIB di Bandara Adisumarmo Solo,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bahiej, dalam keterangannya, Jumat (27/6/2025).
Bahiej yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo ini menjelaskan, untuk Kloter 63-SOC (Kabupaten Bantul) dijadwalkan mendarat pada Selasa 1 Juli 2025 pukul 07.50 WIB.
Kemudian Disusul Kloter Kloter 64-SOC (Kabupaten Bantul) mendarat pada hari yang sama pukul 13.40 WIB.
Selanjutnya berturut-turut Kloter 65-SOC (Kabupaten Sleman dan Bantul) dan 66-SOC (Kabupaten Sleman) mendarat hari yang sama pada pukul 19.00 dan 19.05 WIB.
“Disusul Kloter 67-SOC (Kabupaten Sleman dan Bantul) mendarat pada Rabu 2 Juli 2025 pukul 04.00 WIB dan Kloter 68-SOC (Kabupaten Kulonprogo dan Bantul) mendarat pukul 14.10 WIB,” terang Bahiej.
Untuk Kloter 69-SOC (gabungan Kabupaten Gunungkidul, Sleman, Bantul) mendarat pada hari yang sama pukul 20.40 WIB. “Sedang Kloter 70-SOC (Kota Jogja) mendarat pada Kamis 3 Juli 2025 pukul 04.30 WIB dan Kloter 71-SOC yang merupakan gabungan Sleman, Bantul dan Yogyakarta dijadwalkan mendarat pada pukul 09.05 WIB,” ungkap Kakanwil.
Di luar kloter tersebut masih ada kloter sapujagd yakni 95 SOC yang di dalamnya ada 9 jemaah dari Bantul dan 2 jemaah dari Kota Jogja dengan sebagian besar kabupaten dari Jawa Tengah. “Kloter terakhir ini dijadwalkan mendarat pada Jumat 11 Juli 2025 pukul 07.40 WIB,” tandas Bahiej
Sementara itu Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Jauhar Mustofa, menjelaskan sejauh ini ada 2 (dua) jemaah haji DIY yang wafat di Tanah Suci. “Mereka adalah H. Djumija Kartodiryo jemaah Kloter 71 SOC dan H. Nur Hasjim Abdul Fatah jemaah Kloter 64 SOC, keduanya wafat pada Jumat 13 Juni 2025,” terang Jauhar.
Sejak Selasa (24/6/2025) lalu, jemaah haji DIY yang seluruhnya masuk dalam Gelombang ll saat ini sudah berada di Madinah. Mereka mendapatkan kesempatan untuk salat arbain yakni salat wajib berjamaah di Masjid Nabawi selama 40 waktu, ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan raudhah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Gol debut Melvyn Lorenzen ke gawang Bali United mendongkrak kepercayaan diri jelang laga kandang PSS kontra Madura United.
DPRD Bantul mengawal target perbaikan 600 km jalan hingga 2030 di tengah tren penurunan anggaran sektor pekerjaan umum.
IRGC menyebut teknologi canggih AS tak bisa menghindari sistem pengawasan Iran di Selat Hormuz setelah drone bawah laut AS disita.
BPS menegaskan masyarakat yang terdaftar DTSEN tidak otomatis menerima bantuan karena penerima ditentukan berdasarkan kriteria program.
DPRD Jogja mendorong layanan shuttle dari berbagai titik menuju Teras Malioboro untuk meningkatkan kunjungan dan menggerakkan UMKM.