Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Pengendara motor sedang melintas di area gapura perbatasan Gunungkidul dengan Sukoharjo, Jawa Tengah di Kalurahan Candirejo, Semin. Selasa (1/7/2025)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gapura ikonik di perbatasan DIY dengan Jawa Tengah di Kalurahan Candirejo butuh perbaikan. Hal ini disebabkan karena kondisi bangunan yang mulai ada keretakan hingga ornamen batu alam yang berjamur.
BACA JUGA: Butuh Perawatan, Begini Kondisi Gapura Perbatasan DIY dengan Jawa Tengah
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Ashari Nurkalis mengatakan, sudah melakukan survei ke gapura ikonik di Kalurahan Candirejo yang merupakan penanda batas antara wilayah Gunungkidul dengan Sukoharjo, Jawa Tengah. Hasil survei ditemukan sejumlah kerusakan mulai dari tarut hingga ornament bangunan yang mengelilingi tugu.
“Sudah dilakukan surve dan memang butuh perbaikan,” kata Ashari, Selasa (1/7/2025).
Dia menjelaskan, dari sisi bangunan dipastikan masih aman. Namun untuk struktur pendukung tugu membutuhkan pemeliharaan karena ada beberapa yang rusak.
Meski demikian, Ashari mengakui upaya perbaikan belum bisa dilakukan di tahun ini. Ia berdalih, kemampuan anggaran yang dimiliki masih terbatas, terlebih lagi juga ada kebijakan efisiensi yang diinstruksikan Pemerintah Pusat sehingga pemkab harus menindaklanjutnya.
“Belum bisa diperbaiki tahun ini karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Salah seorang warga di Padukuhan Bangunsari, Candirejo, Semin, Sunarto mengatakan, gapura yang dibangun Pemkab Gunungkidul di perbatasan dengan Sukoharjo telah menjadi bangunan yang ikonik. Pasalnya, keberadaan gapura tidak hanya sebagai penanda batas wilayah, tapi juga dilengkapi taman dengan ciri khas I Love Gunungkidul.
“Ada beberapa kerusakan dan mendesak diperbaiki,” katanya.
Menurut dia, kerusakan dapat dilihat struktur utama gapura. Pasalnya, ada keretakan di kedua bangunan serta ornament batu yang berjamur dan mengelupas.
“Harapannya bisa diperbaiki agar terlihat indah dan ikonik. Apalagi gapura ini menjadi jalur wisata penanda masuk ke Gunungkidul dari wilayah utara,” katanya.
Sunarto menyayangkan apabila kerusakan di gapura tidak segera diperbaiki karena keberadaannya juga menjadi citra untuk Kabupaten Gunungkidul. “Gapurannya memang megah dan kokoh. Tapi, kalau ada kerusakan ya harus diperbaiki dan jangan dibiarkan terkesan mangkrak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.