Advertisement

Butuh Perawatan, Begini Kondisi Gapura Perbatasan Gunungkidul-Klaten

David Kurniawan
Kamis, 15 September 2022 - 17:17 WIB
Arief Junianto
Butuh Perawatan, Begini Kondisi Gapura Perbatasan Gunungkidul-Klaten Kondisi bangunan gapura perbatasan di Kalurahan Sambirejo, Ngawen yang catnya mulai memudar dan ditumbuhi jamur. Foto diambil Kamis (15/9/2022). - Harian Jogja/David Kurniawan   

Advertisement

Harianjogja.com, Gunungkidul – Warga di sekitar gapura perbatasan di Kapanewon Semin dan Ngawen berharap adanya perawatan berkala dari Pemkab Gunungkidul. Pemeliharaan dibutuhkan agar bangunan penanda batas wilayah ini tidak terlihat kumuh karena kurangnya perawatan.

Salah seorang warga Jenthir, Kalurahan Sambirejo, Ngawen, Pardiyanto mengatakan, gapura perbatasan dengan wilayah Klaten sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu. Dia tidak menampik, dari sisi bangunan terlihat bagus karena masih berdiri dengan kokoh.

Ornamen-ornamen batu di gapura serta tugu dengan ikon cantik masih terlihat bagus. Meski demikian, sambung dia, catnya sudah banyak mengelupas dan banyak ditumbuhi jamur.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Ini jadi ikon masuk Gunungkidul lewat Ngawen jadi, bangunannya harus diperhatikan,” katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (15/9/2022).

BACA JUGA: Nelayan Pantai Baron Panen Teri

Menurut dia, pemeliharaan sangat dibutuhkan agar kondisi bangunan tetap baik dan terlihat indah sehingga jauh dari kesan kumuh. Terlebih lagi lokasinya juga sebagai pintu masuk wisata dari Klaten dan sekitarnya. “Dari kejauhan sudah terlihat jamur yang menghitam di bangunan. Ini berarti kurang dirawat,” katanya.

Kurangnya pemeliharaan juga terlihat di gapura di Kalurahan Candirejo, Semin yang berbatasan dengan Sukoharjo, Jawa Tengah. Di beberapa titik bangunan sudah ada ornamen batu yang tertempel di gapura lepas. Adapun gapura di sisi timur lantainya ada yang sudah pecah.

Sama seperti di gapura Ngawen, cat bangunan juga sudah memudar serta ditumbuhi jamur. Selain itu, ikon Aku Cinta Gunungkidul di dekat gapura juga kurang terawat karena air pancuran untuk memperindah lokasi taman tidak lagi mengalir.

“Dulu waktu awal-awal mengalir terus, tapi sekarang sudah macet. Di beberapa titik bangunan juga sudah mulai ada kerusakan,” kata Mursidi, salah seorang warga Candirejo.

Advertisement

Menurut dia, kerusakan-kerusakan yang ada harus diperbaiki serta ada pemeliharaan secara berkala agar pembangunan tidak menjadi sia-sia.

“Jangan hanya dibiarkan. Masa kalah dengan di kampung-kampung yang rutin diperbaiki setiap tahun pada saat mau perayaan Hari Kemerdekaan,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, tugas dari dinasnya hanya mengurusi masalah pertamanan di gapura. Adapun untuk bangunan menjadi kewenangan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Advertisement

“Kami berterimakasih atas masukan dari masyarakat dan menjadi catatn agar upaya pemeliharaan bisa terus dilakukan,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ini Alasan Nasdem Pilih Anies Jadi Capres 2024 daripada Ganjar atau Andika Perkasa

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement