Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Foto ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Anda dapat mengetahui prakiraan cuaca di Jogja dan sekitarnya pada hari ini, Rabu 2 Juli 2025.
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Jogja diperkirakan ada potensi hujan ringan siang hingga sore hari.
BACA JUGA: Fenomena Bediding Saat Musim Kemarau, Ini yang Perlu Dilakukan
Berikut prakiraan cuaca DIY hari ini baik di Jogja, Bantul, Sleman, Gunungkidul maupun Kulonprogo:
JOGJA:
Pagi: Berawan,
Siang: Cerah Berawan,
Sore: Berawan,
Malam: Cerah Berawan
BANTUL:
Pagi: Berawan,
Siang: Cerah Berawan,
Sore: Berawan,
Malam: Cerah Berawan
SLEMAN:
Pagi: Berawan,
Siang: Hujan Ringan,
Sore: Berawan,
Malam: Berawan
GUNUNGKIDUL:
Pagi: Cerah,
Siang: Cerah Berawan,
Sore: Berawan,
Malam: Berawan,
KULONPROGO:
Pagi: Berawan,
Siang: Cerah Berawan,
Sore: Berawan,
Malam: Berawan,
Demikian kondisi cuaca DIY hari ini baik di Jogja, Bantul, Sleman, Gunungkidul maupun Kulonprogo hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Simak rekomendasi 9 mobil van terbaik di Indonesia mulai dari Wuling Formo, Gran Max, Hiace Premio hingga Mercedes-Benz V-Class. Cocok untuk keluarga maupun bis
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen