Bus KSPN Jogja: Jadwal dan Tarif ke Pantai Selatan 2026
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026, tarif mulai Rp12.000 ke Parangtritis, Drini, Obelix Sea View dari Malioboro. Hemat dan praktis.
Perumahan/rumah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan pada Maret 2025 dibandingkan September 2024. Ada sejumlah komoditas makanan dan bukan makanan yang memberikan kontribusi terhadap Garis Kemiskinan (GK).
Berdasarkan data BPS DIY, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebanyak 425,82 ribu orang dan berkurang 4,7 ribu orang terhadap September 2024. Sejumlah komoditas makanan dan bukan makanan yang memberikan kontribusi terhadap Garis Kemiskinan (GK).
Pada daerah perkotaan dan perdesaan komoditi beras memberikan kontribusi terbesar bagi pembentukan GK. Kontribusi beras di perkotaan dan perdesaan masing-masing sebesar 20,15 persen dan 23,25 persen.
Di daerah perkotaan komoditi makanan penyumbang terbesar setelah beras adalah rokok kretek filter (7,91 persen), daging ayam ras (5,26 persen), telur ayam ras (5,05 persen), kue basah (3,19 persen), gula pasir (2,49 persen), tempe (2,39 persen), dan mie instan (2,39 persen).
Pada daerah perdesaan, komoditas yang menyumbang GK hampir sama komposisinya dengan penyumbang GK di daerah perkotaan. Komoditi makanan penyumbang terbesar setelah beras adalah daging ayam ras (4,65 persen), telur ayam ras (4,46 persen), rokok kretek filter (4,32 persen), roti (2,77 persen), kue basah (2,73 persen), tempe (2,73 persen), dan tahu (2,55 persen).
BACA JUGA: Jumlah Penduduk Miskin di DIY Turun 4.700 Orang, Kesejahteraan Meningkat? Ini Kata BPS
Untuk komoditi bukan makanan, pengeluaran untuk perumahan, bensin, pendidikan, listrik, dan perlengkapan mandi mempunyai andil besar dalam pembentukan garis kemiskinan di perkotaan. Sumbangan komoditi tersebut dalam pembentukan GK di perkotaan masingmasing sebesar 10,09 persen; 3,67 persen; 2,22 persen; 1,92 persen; dan 1,32 persen.
Adapun untuk daerah perdesaan, pengeluaran untuk perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi mempunyai andil besar dalam pembentukan garis kemiskinan. Sumbangan komoditas tersebut masing-masing sebesar 9,17 persen; 4,12 persen; 1,25 persen; 1,22 persen; dan 1,16 persen.
Data kemiskinan ini dihimpun oleh BPS DIY melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) edisi Maret 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026, tarif mulai Rp12.000 ke Parangtritis, Drini, Obelix Sea View dari Malioboro. Hemat dan praktis.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.