HUT ke-270 Jogja Angkat Kuliner Autentik dan Ekonomi Kreatif
HUT ke-270 Jogja mengusung konsep Autentik Konkret, termasuk lewat kuliner khas untuk mengenalkan identitas Jogja kepada wisatawan.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mengeluarkan sinyal kewaspadaan terhadap potensi kenaikan inflasi pada Maret 2026. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) serta ketidakpastian global dinilai menjadi pemicu utama tekanan harga di daerah.
Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengungkapkan indikasi inflasi mulai terasa sejak awal bulan seiring kenaikan harga bensin.
“Sejak awal Maret, bensin sudah mengalami kenaikan. Ini menjadi indikator kuat bahwa inflasi berpotensi meningkat, meskipun harga komoditas lain relatif stabil,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, BBM merupakan komoditas strategis yang berdampak luas terhadap berbagai sektor. Kenaikan harga energi ini akan mendorong biaya distribusi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga barang dan jasa.
Menurutnya, meskipun tidak diikuti kenaikan komoditas lain, lonjakan harga BBM saja sudah cukup menjadi pendorong inflasi.
“Kecuali ada komoditas lain yang harganya turun signifikan untuk menyeimbangkan, maka inflasi tetap akan terjadi,” katanya.
Lebih lanjut, Joko memaparkan bahwa inflasi di Kota Jogja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal, komoditas kebutuhan pokok seperti beras dan cabai masih bisa dikendalikan melalui intervensi pemerintah daerah, misalnya lewat operasi pasar atau subsidi distribusi.
Sementara itu, faktor eksternal seperti harga emas dan BBM berada di luar kendali daerah karena bergantung pada kebijakan nasional serta dinamika pasar global.
“Pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi langsung terhadap harga BBM atau emas karena sangat bergantung pada faktor eksternal,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi konflik global yang belum mereda turut memberi tekanan tambahan. Gangguan rantai pasok energi dunia menyebabkan pasokan bahan bakar terganggu dan berimbas pada kenaikan harga di dalam negeri.
BPS memperkirakan, jika tren kenaikan harga BBM berlanjut hingga April, komoditas ini akan kembali menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Jogja.
“Masyarakat kami imbau untuk mewaspadai potensi kenaikan harga, terutama barang dan jasa yang sangat bergantung pada distribusi logistik,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT ke-270 Jogja mengusung konsep Autentik Konkret, termasuk lewat kuliner khas untuk mengenalkan identitas Jogja kepada wisatawan.
Purbaya Yudhi Sadewa bikin netizen penasaran lewat caption “Udah siap belum?” setelah tak lagi menjabat Menteri Keuangan.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah dukung Palestina. Sejumlah venue disebut menolak konser jika ia tetap tampil.
Harga rumah Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Harga naik 14,3%, sedangkan listing turun 27,4%.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.