HUT RI, Disdukcapil Kota Jogja Buka Layanan Jemput Bola Adminduk
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mengeluarkan sinyal kewaspadaan terhadap potensi kenaikan inflasi pada Maret 2026. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) serta ketidakpastian global dinilai menjadi pemicu utama tekanan harga di daerah.
Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengungkapkan indikasi inflasi mulai terasa sejak awal bulan seiring kenaikan harga bensin.
“Sejak awal Maret, bensin sudah mengalami kenaikan. Ini menjadi indikator kuat bahwa inflasi berpotensi meningkat, meskipun harga komoditas lain relatif stabil,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, BBM merupakan komoditas strategis yang berdampak luas terhadap berbagai sektor. Kenaikan harga energi ini akan mendorong biaya distribusi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga barang dan jasa.
Menurutnya, meskipun tidak diikuti kenaikan komoditas lain, lonjakan harga BBM saja sudah cukup menjadi pendorong inflasi.
“Kecuali ada komoditas lain yang harganya turun signifikan untuk menyeimbangkan, maka inflasi tetap akan terjadi,” katanya.
Lebih lanjut, Joko memaparkan bahwa inflasi di Kota Jogja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal, komoditas kebutuhan pokok seperti beras dan cabai masih bisa dikendalikan melalui intervensi pemerintah daerah, misalnya lewat operasi pasar atau subsidi distribusi.
Sementara itu, faktor eksternal seperti harga emas dan BBM berada di luar kendali daerah karena bergantung pada kebijakan nasional serta dinamika pasar global.
“Pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi langsung terhadap harga BBM atau emas karena sangat bergantung pada faktor eksternal,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi konflik global yang belum mereda turut memberi tekanan tambahan. Gangguan rantai pasok energi dunia menyebabkan pasokan bahan bakar terganggu dan berimbas pada kenaikan harga di dalam negeri.
BPS memperkirakan, jika tren kenaikan harga BBM berlanjut hingga April, komoditas ini akan kembali menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Jogja.
“Masyarakat kami imbau untuk mewaspadai potensi kenaikan harga, terutama barang dan jasa yang sangat bergantung pada distribusi logistik,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Pemkab Sleman mendukung PSS dengan penambahan fasilitas Stadion Maguwoharjo. Tim kementerian telah meninjau stadion.
Layanan investasi emas di BRImo didukung oleh PT Pegadaian (Persero) sebagai pelopor layanan Bank Emas (Bullion Bank) di Indonesia
Lomba Lukis Anak DIY-Kyoto 2026 digelar di Sleman pada 23 Agustus. Sebanyak 20 peserta terbaik akan mewakili Sleman di tingkat DIY.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya yang diproduksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang
Prabowo menyiapkan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik serta pembiayaan bunga rendah untuk masyarakat.