Pilur di 31 Kalurahan, DPRD Gunungkidul Minta Warga Cerdas Memilih
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Suasana gerai penjualan pupuk di salah satu Koperasi Unit Desa (KUD) Bantul belum lama ini. Pemerintah menerbitkan aturan baru tentang penyaluran pupuk yang kini dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih.
Harianjogja.com, Bantul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul siap mengawal proses distribusi pupuk dari swasta ke Koperasi Desa Merah Putih.
Sebagai informasi, Pemerintah mulai mengalihkan sistem penyaluran pupuk dari distributor swasta ke koperasi tingkat desa, menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 6/2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Perubahan ini dilakukan untuk menyederhanakan sistem distribusi agar lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan, sistem baru ini bukan kewenangan langsung pihaknya, melainkan dikendalikan oleh PT Pupuk Indonesia.
“Kami hanya sebatas mengawal, pelaksana dan kebijakannya ada di PT Pupuk Indonesia. Penyaluran nanti akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pihak penyalur ke petani,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).
BACA JUGA: Kembangkan Bukit Dermo, Pemkab Bantul Alokasikan Anggaran Rp1,5 Miliar
Sebelumnya, di Bantul pupuk disalurkan dari pengecer ke kelompok tani. Dalam skema baru, koperasi akan mengambil alih sebagian peran tersebut. Meski begitu, penyaluran oleh distributor swasta tidak dihapus sepenuhnya.
Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat menjelaskan, di wilayahnya penyaluran pupuk kini terbagi dua: sebagian tetap melalui distributor, sebagian lagi melalui koperasi desa.
“Kuotanya dibagi, misalnya dari 200 ton pupuk per tahun, 100 ton untuk distributor dan 100 ton untuk koperasi. Jadi bukan menggantikan, tapi berdampingan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa harga pupuk yang dijual melalui koperasi tetap mengikuti ketentuan pemerintah, termasuk harga eceran tertinggi. “Harga pupuk juga sudah ada patokannya. Yang non-subsidi juga tersedia, termasuk pupuk organik,” jelasnya.
Namun, Nur Hidayat mengakui bahwa antusiasme warga untuk membeli pupuk di koperasi desa masih belum tinggi. “Karena sistemnya belum berjalan penuh. Baru beberapa komoditas seperti pupuk dan gas yang masuk, itu pun belum lengkap,” ungkapnya.
Pemerintah berharap sistem baru ini dapat memperkuat peran koperasi desa dalam rantai distribusi pupuk bersubsidi, sekaligus memastikan subsidi tepat sasaran sesuai data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin