WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Wisatawan berkunjung ke Candi Prambanan, Sleman, Kamis (11/4/2024). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA—Dibukanya tol Jogja-Solo memicu potensi overtourism di DIY sebagai salah satu tujuan wisata favorit. Merespon hal ini, Pemda DIY mendorong pembagian beban wisata bik dari sisi waktu kunjungan maupun wilayah kunjungan.
BACA JUGA: Mengenal Penyakit Limne
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) DIY, Ni Made Dwi Panti, menjelaskan peningkatan pergerakan perjalanan ke DIY sebenarnya sudah terasa semenjak tol trans jawa beroperasi beberapa tahun lalu.
“Pembukaan pintu tol di wilayah Sleman timur tentu berdampak pada lebih cepatnya perjalanan. Menurut BPS [Badan Pusat Statistik] DIY, berdasarkan data Mobile Positioning Data atau data pergerakan perjalanan orang, sepanjang 2024 tercatat terdapat 38 Juta pergerakan orang ke DIY. Pada 2025 sampai dengan Juni tercatat sudah ada 20 Juta pergerakan,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Merespon hal tersebut, strategi yang akan dilakukan oleh Pemda DIY mendorong pembagian kunjungan wisata. Pertama, membagi beban kunjungan ke DIY agar terjadi di luar puncak-puncak musim liburan atau high season.
Puncak musim liburan di DIY biasanya terjadi pada triwulan ketiga atau akhir tahun hingga pergantian tahun. “Seperti dengan mendorong kegiatan mice [Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions] dan event pada triwulan satu dan dua atau saat low season,” katanya.
Kedua, membagi beban kunjungan ke wilayah di luar perkotaan, misalnya di wilayah Gunungkidul atau Kulon Progo. Hal ini diupayakan salah satunya dengan perbaikan konektivitas antar wilayah perkotaan dan kabupaten.
“Selama ini kunjungan terbesar pergerakan orang menuju Kota Jogja. Dengan adanya perbaikan konektvitas menuju kawasan Gunungkidul misalnya, diharapkan terjadi minat orang untuk mengunjungi wilayah-wilayah yang masih belum padat,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Agustus 2026 untuk melayani penerbangan domestik dan regional internasional.