PSS Sleman Kalah dari Borneo FC, Huistra Soroti Dampak Kartu Merah
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo. Pieter Huistra memahami kekecewaan suporter dan menilai kartu merah mengubah jalannya laga.
Polisi menunjukkan barang bukti kekerasan jalanan di Mapolresta Sleman pada Rabu (6/8/2025). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, SLEMAN—Dua pemuda asal Sleman berinisial MF, 18, dan MA, 19, ditangkap polisi seusai melakukan aksi kekerasan jalanan kepada pengendara yang melintas. Pelaku beralasan karena merasa diejek lalu menyabetkan ikat pinggang kepada pengendara lain di Sendangadi, Mlati, Sleman.
Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan pada Rabu (30/7/2025) pukul 01.20 WIB, korban YP, 22, bersama dengan dua temannya melewati Jl. Mulungan Baru di dekat Simpang Empat Suciati, Sleman. Korban mengendarai sepeda motor Vario hitam dengan posisi berboncengan tiga orang. Posisi korban duduk paling belakang.
Saat sedang melintas itu, korban berpapasan dengan rombongan pelaku MF dan MA mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox. "Terduga pelaku inisial MF merasa diejek oleh rombongan korban yang dengan mengatakan woi-woi, sehingga diduga pelaku berbalik arah dan mengejar korban," kata Mateus pada Rabu (6/8/2025).
BACA JUGA: Petani Gunungkidul Andalkan Sumber Air Lokal dan Ubi Kayu di Musim Kemarau
Pelaku inisial MF menyabetkan ikat pinggang ke korban. Sabetan ini mengenai lengan tangan korban tepatnya atas siku. "Setelah melakukan perbuatan tersebut pelaku melarikan diri melaju kearah utara," ujarnya.
Tak berselang lama korban bertemu dengan petugas kepolisian Unit Patroli Sat Samapta Polresta Sleman yang sedang berpatroli. Pada momen itulah korban menceritakan peristiwa ini kepada petugas Kepolisian.
Setelah dilakukan pengejaran, kedua tersangka berhasil ditangkap oleh Unit Patroli Sat Samapta Polresta Sleman. Pelaku pun digelandang ke Mapolresta Sleman untuk dimintai keterangan.
"Modus pelaku, menyabetkan ikat pinggang yang terbuat dari nilon dengan panjang satu meteran dengan kepala terbuat dari besi ke arah korban," ujarnya.
Pelaku sempat melihat rombongan korban juga seperti membawa ikat pinggang lalu. Oleh karena itu MF meminta tersangka MA untuk melepas ikat pinggangnya dengan alasan untuk berjaga-jaga.
BACA JUGA: Hakim PN Solo Cek Mobil Esemka di Sidang Wanprestasi Jokowi
Dari para tersangka, polisi menyita satu buah ikat pinggang berwarna hitam dengan panjang satu meter dan gesper terbuat dari besi serta sejumlah barang bukti lainnya. Polisi juga menyita satu buah jaket jasa pengantar makanan daring yang dipakai salah satu pelaku. Salah satu pelaku merupakan driver jasa antar makanan daring.
pelaku terancam Pasal 170 KUHP Atau 351 KUHP Ayat 1 Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun atau dua tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo. Pieter Huistra memahami kekecewaan suporter dan menilai kartu merah mengubah jalannya laga.
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.
Nonmuslim bisa menjadi petugas haji di embarkasi dan debarkasi. Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan tujuan kebijakan tersebut.