8 Gerai KDMP Bantul Diverifikasi, Hasilnya Jadi Bahan Reviu BPKP
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL—Warga penyewa ruko milik Koperasi Unit Desa (KUD) Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, mengaku kesulitan setelah diminta pindah karena bangunan tersebut akan digunakan untuk gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Salah satu warga, Suparjilah, 57, mengatakan ia sudah empat tahun menyewa ruko nomor dua dari selatan untuk berjualan sembako, dengan biaya sewa Rp4 juta per tahun.
Usahanya yang semula hanya menjual sayur dan jajanan pasar berkembang menjadi toko kelontong lengkap, termasuk menjual bensin eceran.
“Lokasi ini sangat strategis jadi pembelinya ramai, bahkan bisa buka selama 24 jam dengan keuntungan bersih bisa jutaan rupiah setiap bulannya,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Namun, Suparjilah diminta segera pindah karena ruko akan direnovasi menjadi gerai dan kantor Koperasi Desa Merah Putih Bangunharjo, program yang diluncurkan Presiden Prabowo dan diresmikan di Bangunharjo sekitar sebulan lalu.
“Saya sebenarnya ingin memperpanjang kontrak, tetapi ditolak dan diminta segera pindah. Tidak ada solusi tempat usaha lain yang bisa disewa,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kalurahan Bangunharjo mengizinkannya berjualan sementara di teras ruko yang tidak digunakan Koperasi Desa Merah Putih.
BACA JUGA: Pemkot Bidik Pengurangan Sampah 20 Persen lewat Mas Jos
Tidak hanya Suparjilah, empat penyewa lain yang menjalankan usaha salon, fotokopi, reparasi elektronik, dan warung pecel lele juga diminta pindah. “Jadi ada lima orang yang menyewa ruko milik KUD dan semuanya harus segera pindah,” ujarnya.
Suparjilah mengatakan ia tidak mengetahui nasib penyewa lainnya. Beberapa barang usaha masih tersimpan di ruko milik KUD yang tidak digunakan Koperasi Desa Merah Putih.
“Itu di dalam ruko isinya perabotan penjual pecel lele yang ditinggal begitu saja. Kalau barang milik usaha salon dan fotokopi sudah dibawa pulang,” jelasnya.
Menurutnya, kebijakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang bertujuan menyejahterakan rakyat justru membuat dirinya dan empat warga lain kehilangan mata pencaharian. Ia juga menilai operasional gerai Koperasi Desa Merah Putih belum maksimal.
“Dari pagi hingga menjelang siang banyak warga datang ke Koperasi Desa Merah Putih untuk beli gas melon, sembako, dan pupuk, tapi harus pulang lagi karena gerai Koperasi Desa Merah Putih tutup,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
BMKG memprakirakan hujan di sejumlah kota besar Indonesia. DIY diprediksi cerah dengan suhu Sleman dan Jogja mencapai 35 derajat Celsius.
Lisandro Martinez meminta maaf setelah mengkritik manajemen Manchester United. MU dikabarkan tetap akan menjatuhkan denda kepada sang bek.
Kelurahan Patangpuluhan, Jogja, melatih warga mengolah galon bekas dan kain perca menjadi kerajinan bernilai jual untuk mengurangi sampah.
Menteri Imipas Agus Andrianto menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pegawai yang diduga terlibat jual beli remisi narapidana.
Kapolri Suyudi Ario Seto meminta MUI Pusat mengkaji fatwa haram vape menyusul ancaman peredaran narkotika cair melalui rokok elektrik.