Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi Mulai Agustus
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Agustus 2026 untuk melayani penerbangan domestik dan regional internasional.
Tugu Pal Putih / Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—DIY didorong untuk bersaing dalam mewujudkan layanan wisata ramah Muslim berkelas dunia, sekaligus dapat memenuhi dengan baik penilaian dalam program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.
“Kami survei untuk melihat secara langsung beberapa pelayanan bisa juga ke daya tarik, untuk mengukur kesiapan dalam memenuhi kriteria destinasi wisata ramah Muslim," kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).
Dalam Site Visit Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) di Restaurant Sekar Kedhaton, Jogja, Jumat (8/8/2025), Hariyanto menjelaskan bahwa DIY merupakan salah satu destinasi yang dinilai secara komprehensif oleh IMTI edisi 2025.
Pada edisi 2025, IMTI akan melakukan penilaian komprehensif di 15 provinsi unggulan, yaitu Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan DI Yogyakarta.
“Kegiatan kali ini di Jogja adalah kick off penilaian. Walaupun judul program ini terkait dengan konsep pariwisata ramah Muslim namun tujuan utama penilaian ini adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh wisatawan tanpa memandang latar belakang,” kata Hariyanto.
BACA JUGA: Bakal Tayang 14 Agustus, Merah Putih One for All Panen Kritik
Ia turut menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pariwisata ramah Muslim dunia yang didukung dengan keindahan alam, keragaman budaya, dan populasi Muslim terbesar dunia.
Hal ini membuktikan bahwa kemajuan pariwisata ramah muslim di Indonesia menjadi salah satu pilihan dan strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Menurutnya, pariwisata ramah Muslim juga bersifat inklusif, tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim namun layanan tambahan yang mengedepankan kebersihan yang juga dapat dinikmati oleh seluruh wisatawan.
“Oleh karena itu pada 2025 ini, kita mendukung kembali untuk penyelenggaraan IMTI, agar Indonesia berada di posisi puncak destinasi wisata ramah Muslim di dunia,” kata Hariyanto.
IMTI merupakan indeks pengukuran kesiapan provinsi yang berkorelasi langsung dengan standar Global Muslim Travel Index (GMTI), sebuah acuan peringkat pariwisata ramah muslim global. Program ini adalah kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Bank Indonesia sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata ramah muslim terkemuka di dunia.
Dengan mengadopsi kerangka kerja Access, Communication, Environment, Services (ACES) yang juga digunakan dalam GMTI, IMTI berfungsi sebagai alat strategis untuk mengevaluasi dan meningkatkan daya saing ekosistem pariwisata halal di dalam negeri guna mencapai visi Indonesia sebagai pusat pariwisata halal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Agustus 2026 untuk melayani penerbangan domestik dan regional internasional.
Meningkatnya kasus kenakalan remaja di Kabupaten Bantul mendorong Pemerintah Kabupaten Bantul terus memperkuat langkah pencegahan
Pemda DIY mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya video AI yang mencatut Sri Sultan Hamengku Buwono X dan diduga bermuatan penipuan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Kamis 23 Juli 2026 digelar di Balai Kalurahan Wiladeg, Karangmojo. Simak lokasi, jam layanan, dan persyaratannya.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Kamis 23 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal SIM Keliling Sleman Kamis 23 Juli 2026 digelar di MPP. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.