Rute Jeep Gumuk Pasir Diubah, Pemkab Bantul Cari Jalan Tengah
Pemkab Bantul akan menata ulang rute jeep wisata di Gumuk Pasir Parangtritis untuk menjaga ekosistem tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Gedung Kantor Pusat Bank BPD DIY - bpddiy.co.id
Harianjogja.com, BANTUL - Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Cabang Bantul terus memfokuskan programnya untuk mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih maju dan produktif. Upaya tersebut dilakukan melalui pembiayaan berbunga rendah, fasilitas pemasaran, hingga pendampingan berkelanjutan.
Pimpinan Cabang BPD DIY Bantul, Fendi Muryawan, mengatakan pihaknya menyalurkan berbagai kredit komersial bagi UMKM, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang sangat rendah.
“Untuk KUR di bawah Rp100 juta, yang menjadi agunan adalah komitmen untuk mampu membayar kewajiban, jadi tidak ada agunan fisik,” ujarnya, Rabu (13/8).
Selain menyalurkan kredit, BPD DIY menyediakan gerai UMKM di lingkungan bank sebagai tempat berjualan, mengikutsertakan pelaku usaha dalam berbagai pameran, serta memberikan pelatihan kewirausahaan dan edukasi transaksi keuangan yang aman.
Sosialisasi juga dilakukan untuk mencegah UMKM terjerat pinjaman online (pinjol) dan perjudian online (judol).
“Kalau dulu itu menghindari rentenir, sekarang yang kami antisipasi adalah pinjol,” jelas Fendi.
BACA JUGA: Polres Bantul Limpahkan Kasus Penipuan Pembelian Perusahaan ke Kejaksaan
Menurutnya, fokus pembinaan adalah memastikan usaha mampu bertahan terlebih dahulu, baru kemudian diarahkan untuk naik kelas. UMKM yang mendapatkan pembinaan umumnya memenuhi tiga kriteria: merupakan nasabah BPD DIY, memiliki produk unggulan, dan memiliki niat kuat untuk berkembang.
Hingga Juni 2025, penyaluran kredit di BPD DIY Cabang Bantul mencapai Rp776,6 miliar atau 51,8 persen, dengan jumlah nasabah UMKM sebanyak 8.460. Penyaluran KUR pada periode 2023–2024 tercatat sekitar Rp80 miliar per tahun.
“Skema pembayaran disesuaikan dengan model usaha. Kalau warung kelontong biasanya membayar tetap setiap bulan, sedangkan petani membayar per tiga bulan menunggu panen,” terangnya.
Fendi menjelaskan, bunga KUR di BPD DIY hanya 6 persen efektif per tahun atau sekitar 0,13 persen per bulan. Meski begitu, saat ini BPD DIY belum melayani transaksi devisa karena masih dalam proses menuju status bank devisa.
Tak hanya lewat pembiayaan, BPD DIY Bantul juga menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp1,2 miliar pada 2025. Dana ini difokuskan untuk sektor sosial, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.
“Syaratnya, penerima CSR harus nasabah BPD, usahanya cukup produktif, peduli dengan lingkungan sekitar, dan punya komitmen mengembangkan potensi wilayah. Setelah itu, mereka bisa mengajukan proposal,” paparnya.
Ia menambahkan, permodalan bukanlah kendala terbesar bagi UMKM saat ini. Tantangan yang lebih mendesak justru ada pada keuletan dan kemampuan pemasaran, terutama pemasaran digital yang masih belum dikuasai banyak pelaku usaha.
“Banyak yang masih kesulitan memasarkan produk secara digital, bahkan ada yang terjerat judol dan pinjol. Itu yang kami coba cegah,” tegas Fendi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul akan menata ulang rute jeep wisata di Gumuk Pasir Parangtritis untuk menjaga ekosistem tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Aturan diperketat untuk cegah kecurangan KK tempel.
BNN, TNI, dan Polri bongkar 59 jaringan narkoba. Lebih dari 200 ton barang bukti diamankan senilai Rp29 triliun.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).