23 Warga Sleman Terdampak Gas Bocor di Bayen, Sampel Air Diuji
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Kecelakaan -Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Polisi menyebut kecelakaan yang melibatkan Bus Trans Jogja dengan pejalan kaki di Simpang Tiga Adisutjipto, Maguwoharjo bukan tabrak lari.
"Mboten [tabrak lari], langsung saya sampaikan mboten," kata Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Mulyanto pada Rabu (20/8/2025).
BACA JUGA: Rusia Siap Ikut Dialog Trilateral
Mulyanto bilang jika pasca kecelakaan tidak ada pihak yang meninggalkan tempat. "Enggak ada, enggak ada yang meninggalkan tempat," tandasnya.
Selain itu, setelah kejadian polisi juga berusaha mencari identitas pejalan kaki. Pasalnya pejalan kaki tersebut tidak membawa identitas saat kecelakaan terjadi.
"Kemudian terkait identitas juga langsung kami upayakan bagaimana, karena enggak bawa identitas to itu, identitas yang maksudnya korban," ujarnya.
Terkait proses kasusnya, Mulyanto bilang jika saat ini pengemudi Bus Trans Jogja telah masih menjalani pemeriksaan.
"Saat ini masih berlangsung," ujarnya.
Soal faktor apa yang menyebabkan kecelakaan ini terjadi, polisi dijelaskan Mulyanto masih melakukan penyelidikan.
"Ini [faktor penyebab] harus saya konfirmasi dulu sama penyidik," ungkapnya.
Pengemudi Bus Trans Jogja yang diamankan saat ini masih berstatus saksi.
"Iya [masih saksi], lidik masih dalam proses lidik," tandasnya.
Sebelumnya Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun mengonfirmasi adanya kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Simpang Tiga Adisutjipto tersebut. Laka lantas terjadi pada hari Rabu (20/8/2025) sekitar pukul 05.00 WIB dengan TKP di Jl. Jogja-Solo tepatnya Simpang Tiga Adisutjipto, Padukuhan Telukan, Maguwoharjo, Sleman.
Dijelaskan Salamun menjelaskan kecelakaan ini melibatkan kendaraan Bus Trans Jogja dengan pejalan kaki. Kata Salamun, Bus Trans Jogja yang dikendarai SHR (57) asal Berbah semula melaju dari arah barat ke timur. Saat sampai di Simpang Tiga Adisutjipto, bus yang dikemudikan SHR disebut Salamun berbelok ke arah selatan.
Akan tetapi ketika bus hendak berbelok, pada saat yang bersamaan melintas seorang perempuan yang hendak menyeberang dari arah barat ke timur.
"Semula Bus Trans Jogja yang dikemudikan saudara SHR melaju dari barat ke timur. Sesampainya di Simpang Tiga Adisutjipto berbelok ke selatan atau kanan, pada saat yang bersamaan terdapat pejalan kaki atas mama saudara YS yang menyebrang dari barat ke timur dan terjadilah laka lantas tersebut," terang Salamun.
Akibat kecelakaan ini, YS pejalan kaki berusia 44 tahun asal Berbah mengalami Luka patah pada kaki kanan dan kiri. Korban kata Salamun juga mengalami lecet pada bagian dagu dan meninggal dunia dalam perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.
Pelajar 17 tahun tewas usai diduga dianiaya menggunakan senjata tajam di Kotabaru Jogja. Polisi masih memburu pelaku.
Google menghapus 28 aplikasi Android palsu CallPhantom yang mengaku bisa memata-matai WhatsApp dan riwayat panggilan pengguna.
Bisnis ternak sapi dan kambing jelang Iduladha 2026 masih menjanjikan, tetapi peternak harus menghitung modal dan risiko secara matang.
Apple Music menghadirkan Discovery Station, fitur rekomendasi musik baru berbasis algoritma personal untuk menemukan lagu baru.