Bayi Evakuasi di Sleman Alami Jaundice Kelainan Jantung dan Hernia
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Salah satu murid SMP sedang menjalani penanganan pasca diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis pada Rabu (13/8/2025). Penanganan dilakukan di UPT Puskesmas Mlati. Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Korban dugaan keracunan pangan menu program Makan Bergizi Gratis di empat SMP Kabupaten Sleman akan mendapat bantuan jaring pengaman sosial (JPS) untuk biaya perawatan dan pengobatan.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sarastomo Ari Saptoto, mengatakan Dinsos Sleman siap menggelontorkan biaya lewat program JPS untuk korban dugaan keracunan pangan menu MBG.
“Klaim akan dilakukan rumah sakit yang merawat korban keracunan pangan lewat Dinas Kesehatan,” kata Ari dihubungi, Rabu (20/8/2025).
BACAJUGA: Dampak Gempa Mag 4,5 Bekasi: 1 Bangunan Musala Roboh
Dinkes Sleman akan memverifikasi berkas perawatan dan pengobatan korban sebelum diserahkan ke Dinsos untuk dapat mengakses JPS. Meski demikian Ari belum mengetahui detail terkait anggaran JPS yang akan dikeluarkan. Fasilitas kesehatan tempat korban dirawat masih mengkalkulasi biaya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, menyampaikan ada 178 korban dugaan keracunan pangan menu MBG per Rabu (13/8) pukul 14.00 WIB.
Rincian korbannya antara lain SMP Muhammadiyah I ada 58 orang. Dari puluhan murid bergejala, 15 siswa menjalani rawat jalan dan tidak ada yang menjalani rawat inap. Mereka dibawa ke UPT Puskesmas Mlati I.
Kemudian, korban di SMP Muhammadiyah III ada 90 orang dan SMP Pamungkas 30 orang. Baik murid SMP Muhammadiyah III maupun Pamungkas dibawa ke UPT Puskesmas Mlati II.
Adapun data terbaru yang disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menunjukkan ada 19 orang menjalani rawat inap di RSUD Sleman pada Kamis (14/8/2025). Total korban keracunan pangan ada 212 orang yang berasal dari empat sekolah, yaitu SMP Muhammadiyah I dan III Mlati, SMP Pamungkas, dan SMP Negeri III Mlati.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah III Mlati, Yulia Rachmawati, mengatakan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya berjalan lancar kembali pasca kejadian dugaan keracunan menu MBG. “Kalau program menu MBG masih dihentikan sementara,” kata Yulia.
BACA JUGA: Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 21 Agustus 2025: Berangkat dari Stasiun Palur
Yulia berharap ada evaluasi lebih ketat dan perbaikan terhadap standar operasional prosedur (SOP) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai dari pemilihan bahan sampai penyajian menu MBG. Perlu ada juga edukasi lebih lanjut ke sekolah terkait prosedur skrining menu MBG, terutama memastikan keamanan makanan, semacam edukasi uji organoleptik di sekolah.
"Juga perlu disepakati bersama jika ada kasus keracunan massal maka sekolah berhak untuk melaporkan ke dinas, pihak terkait untuk penangganan keselamatan cepat terhadap korban," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.