Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk menekan angka pengangguran dari lulusan SMK, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mendorong kerja sama dengan dunia industri.
Kabid Pembinaan SMK Disdikpora DIY, Wiwik Indriyani, saat ini seseorang bisa bekerja dari mana saja dan tidak terikat dengan satu perusahaan. “Kita kadang masih beranggapan kalau anak di rumah berarti tidak bekerja,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
BACA JUGA: Di Kota Jogja Masih Ada 2.323 Pengangguran, Didominasi Lulusan SMK
Menurutnya saat ini sangat banyak lapangan pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan sistem remote atau dikerjakan dari rumah. Kemudian anak yang terjun ke dalam wirausaha namun masih pemula juga sering dianggap pengangguran. “Padahal bukan berarti itu tidak bekerja,” katanya.
Meski demikian, ia tetap mengakui masih adanya lulusan SMK yang benar-benar menganggur sehingga masih menjadi PR bagi dunia pendidikan. “Maka salah satu yang kami kerjakan dengan beekerja sama dengan dunia industri melalui program Kelas Industri untuk bridging. Agar lulusan selain berkompeten secara teknis juga memiliki budaya kerja,” paparnya.
Kelas Industri, menurutnya, menjadi jembatan agar para siswa ketika masih di sekolah sudah mendapatkan pelatihan yang sebelumnya dilakukan di industri setelah mereka bekerja. “Training dua-tiga bulan sebelum kerja ditarik di tingkat sekolah,” kata dia.
Kelas Industri di DIY sudah banyak dilaksanakan di SMK, meski ia mengakui belum semua SMK mendapatkan program ini. Di samping itu, salah satu bidang yang masih kesulitan untuk terbentuknya Kelas Industri yakni ekonomi kreatif.
BACA JUGA: KPK Sita Ratusan Juta, Berikut Daftar Nama Tersangka Kasus Pemerasan Sertifikat K3
“Kami dengan Dinas Pariwisata sedang membahas bagaimana ekonomi kreatif di DIY punya tempat, paling tidak agar bagaimana talenta-talenta di bidang ekonomi kreatif perlu digarap. Harus kita gandengkan dengan industri yang mau membidangi hal ini,” ujarnya.
Kepala SMKN 2 Jogja, Agus Waluyo, menuturkan fenomena pengangguran yang didominasi lulusan SMK terjadi tidak hanya di Jogja, namun secara nasional. Menurutnya, lulusan SMK sebenarnya sudah memiliki kompetensi, namun tidak selalu bekerja sesuai dengan bidangnya.
“Kalau lulusan SMK bisa menerapkan kompetensinya sebenarnya pekerjaan sudah bisa mereka terapkan. Jadi kalau masih banyak pengangguran bisa jadi kondisinya mereka bekerja tidak sesuai atau mungkin ada faktor lain,” ungkapnya.
SMKN 2 Jogja sendiri telah melaksanakan program Kelas Industri untuk mendorong penyerapan tenaga kerja. “Ada sembilan kelas Industri yang sudah kita kerjasamakan, diantaranya dengan Sharp, Hino, Denso, Mitsubishi dan sebagainya,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinsosnakertrans Kota Jogja mencatat saat ini ada 2.323 orang pengangguran di Kota Jogja. Dari jumlah tersebut, lulusan SMK menduduki peringkat tertinggi dengan 765 orang. Kemudian lulusan SMA mencapai 624 orang, disusul Sarjana Strata 1 (S1) 141 orang, Diploma 3 mencapai 66 orang, dan Magister (S2) ada dua orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Cek jadwal SIM Keliling dan SIM Corner Polda DIY Oktober 2026, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.