Jaga Ritme di Jeda Internasional, PSS Sleman Gelar Latihan 11 Lawan 11 dengan Wasit
PSS Sleman menggelar latihan 11 lawan 11 dengan wasit di Stadion Maguwoharjo untuk menjaga ritme permainan selama jeda internasional.
Logo PSS Sleman - ist/PSS
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman berhasil mengalahkan PSPS Pekanbaru dengan skor 2-0 dalam laga persahabatan di momen Launching Team PSS 2025/2026. Dua gol yang dicetak Gustavo Tocantins membawa PSS Sleman taklukkan pasukan Askar Bertuah.
BACA JUGA: Degradasi ke Liga 2, Ini Kata Kapten dan Pelatih PSS Sleman
Laga persahabatan ini digelar di Stadion Maguwoharjo pada Jumat (22/8/2025) sebagai puncak Launching Team PSS 2025/2026 Simphony of Super Elja. Meski bertajuk laga uji coba, kedua tim nampak menurunkan 11 pemain terbaiknya sejak awal laga.
Sejak peluit babak pertama di mulai, PSS yang bermain di hadapan pendukungnya langsung melontarkan sejumlah serangan. Di menit ke-5 pergerakan berbahaya Gustavo terpaksa dihentikan lewat pelanggaran oleh kiper PSPS. Tak pelak, wasit memberikan tendangan penalti kepada tim tuan rumah.
Gustavo yang mengeksekusi langsung tendangan penalti itu berhasil menjebloskan gol ke gawang PSPS di menit ke-7. Skor 1-0 untuk keunggulan PSS bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, PSPS berusaha bangkit membangun serangan. Akan tetapi situasi tersebut justru dimanfaatkan PSS untuk menambah keunggulan.
Memanfaatkan bola yang terlepas dari pemain PSPS, Ichsan Pratama mengirimkan umpan terobosan ke arah Gustavo Tocantins. Gustavo yang terlepas dari pengawalan lantas menggiring bola ke area kotak penalti dan melepaskan tendangan keras.
Bola tendangan Gustavo gagal ditepis kiper PSPS Pekanbaru dan berujung gol di menit ke-50. Tertinggal dua gol, PSPS berusaha meningkatkan intensitas serangan, namun hingga babak kedua berakhir skor 2-0 bertahan untuk kemenangan PSS.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis mengapresiasi penampilan pemainnya dalam laga ini. Dari pandangannya, pemain telah bekerja keras di lapangan.
"Yang pasti, malam ini kami apresiasi pemain. Dari segi hasil kami dapat menangkan pertandingan," kata Ansyari pada Jumat (22/8/2025) malam.
"Pemain sudah berkerja keras dan ditonton oleh seluruh fans, yang notabene pemain kami banyak yang baru. Ini mereka bisa melakukannya dengan baik," imbuhnya.
Para pemain yang tampil percaya diri menjadi salah satu hal positif yang dipetik Ansyari dari laga kontra PSPS.
"Artinya mereka tidak nervous, itu hal yang positif," tandasnya.
Meski menang dan tercatat beberapa kali menciptakan peluang, penampilan PSS tak luput dari tindakan evaluasi. Ansyari bilang jika timnya masih ada kekurangan dan itu harus segera diperbaiki.
"Tetapi kemenangan ini juga banyak evaluasi dari pelatih karena pasti banyak kekurangan yang harus kami perbaiki," tegasnya.
Sementara itu Pelatih Kepala PSPS, Ilham Romadhona mengatakan ada pelajaran yang bisa dipetik timnya dari kekalahan ini. Dengan waktu yang ada, PSPS kata Ilham harus berbenah sebelum kompetisi bergulir.
"Ada pelajaran penting dari PSS Sleman untuk tim kami, masih ada waktu dua pekan, kami harus berbenah," tegasnya.
"Banyak hal-hal individual, teknis, taktik yang memang harus kami perbaiki, itu yang terutama," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menggelar latihan 11 lawan 11 dengan wasit di Stadion Maguwoharjo untuk menjaga ritme permainan selama jeda internasional.
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Kroasia 2-1. Dua gol Mikel Merino menjaga La Furia Roja tetap sempurna di Grup A3.
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.
Kemlu RI mengungkap diplomasi tertutup membebaskan empat ABK WNI yang disandera perompak Somalia selama lima bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia.