Siswa Diduga Merakit Bom di MAN 3 Padang, Belajar dari Internet
Polresta Padang memeriksa siswa 17 tahun yang diduga merakit bom usai ledakan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan bersama Densus 88.
Pelaksanaan pembukaan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru, Sabtu (30/8/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jogja mulai merasakan tanda-tanda peningkatan jumlah mahasiswa baru tahun angkatan 2025 setelah selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.
Peningkatan itu sebagai dampak dari kebijakan yang diterbitkan Mendiktisaintek melarang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menerima mahasiswa baru setelah bulan Juli. Salah satu PTS yang merasakan terjadi peningkatan jumlah mahasiswa yaitu Stipram Jogja.
Kampus berbasis pariwisata dan perhotelan ini berhasil mendapatkan 460 mahasiswa baru dan diperkirakan masih bertambah di tahun akademik 2025/2026 ini. "Tahun ini alhamdulillah ada peningkatan dibandingkan tahun lalu, meski pun kecil sekitar 5 persen saja, tetapi semoga ini jadi tren positif di tahun berikutnya. Kami berharap kebijakan ini bisa terus berlanjut," kata Wakil Ketua I Bidang Akademik Stipram Nur Syamsu, Minggu (31/8/2025).
BACA JUGA: Penjualan Lesu, Mahasiswa Baru Jadi Targat Pasar Properti di DIY
Syamsu menambahkan dari jumlah tersebut terdiri atas S1 sebanyak 299 mahasiswa dan D3 sebanyak 161 mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Papua. Menurutnya jumlah tersebut masih akan terus bertambah pasalnya, pihak kampus masih menerima mahasiswa di awal September 2025.
"Itu belum termasuk yang mahasiswa transfer, karen ada yang transfer dari D3 ke S1 itu yang mendaftar sebanyak 65 mahasiswa. Prinsipnya mulai membaik dibandingkan tahun lalu, kami bersyukur masih bisa lebih dari tahun lu," ucapnya.
Ketua Stipram Jogja Suhendroyono menambahkan dari jumlah tersebut tercatat 27 mahasiswa baru yang mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah melalui program KIP. Para mahasiswa ini tidak hanya gratis menempuh perkuliahan namun juga mendapatkan biaya hidup Rp800 ribu per bulan.
Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan bekal kepada mahasiswa baru melalui program kegiatan pengenalan kampus atau disebut dengan KPK. Melalui program tersebut mahasiswa tidak hanya dikenalkan lingkungan kampus namun juga bagaimana pola hidup di Jogja sebagai kota budaya dan kota pendidikan.
"Karena mahasiswa kami ini banyak sekali datang dari pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Padang memeriksa siswa 17 tahun yang diduga merakit bom usai ledakan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan bersama Densus 88.
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
BPS Kota Jogja mencatat Sensus Ekonomi 2026 mencapai 46%. Responden kini dapat mengisi data mandiri melalui layanan CAPI.
Dokter jantung menjelaskan waktu terbaik minum kopi agar tidak mengganggu tidur dan irama jantung serta tips konsumsi yang lebih sehat.
SDN Kintelan 2 Jogja menerima enam siswa baru pada 2026/2027. Sekolah menyebut minimnya lulusan TK dan lokasi menjadi penyebab utama.
Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Prancis 2-0. Gol Oyarzabal & Porro, rekor 37 laga tak terkalahkan. Final lawan Argentina atau Inggris.