Menlu Sugiono Ungkap Upaya RI Selamatkan 9 WNI Flotilla Gaza
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.
Pelaksanaan pembukaan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru, Sabtu (30/8/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jogja mulai merasakan tanda-tanda peningkatan jumlah mahasiswa baru tahun angkatan 2025 setelah selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.
Peningkatan itu sebagai dampak dari kebijakan yang diterbitkan Mendiktisaintek melarang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menerima mahasiswa baru setelah bulan Juli. Salah satu PTS yang merasakan terjadi peningkatan jumlah mahasiswa yaitu Stipram Jogja.
Kampus berbasis pariwisata dan perhotelan ini berhasil mendapatkan 460 mahasiswa baru dan diperkirakan masih bertambah di tahun akademik 2025/2026 ini. "Tahun ini alhamdulillah ada peningkatan dibandingkan tahun lalu, meski pun kecil sekitar 5 persen saja, tetapi semoga ini jadi tren positif di tahun berikutnya. Kami berharap kebijakan ini bisa terus berlanjut," kata Wakil Ketua I Bidang Akademik Stipram Nur Syamsu, Minggu (31/8/2025).
BACA JUGA: Penjualan Lesu, Mahasiswa Baru Jadi Targat Pasar Properti di DIY
Syamsu menambahkan dari jumlah tersebut terdiri atas S1 sebanyak 299 mahasiswa dan D3 sebanyak 161 mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Papua. Menurutnya jumlah tersebut masih akan terus bertambah pasalnya, pihak kampus masih menerima mahasiswa di awal September 2025.
"Itu belum termasuk yang mahasiswa transfer, karen ada yang transfer dari D3 ke S1 itu yang mendaftar sebanyak 65 mahasiswa. Prinsipnya mulai membaik dibandingkan tahun lalu, kami bersyukur masih bisa lebih dari tahun lu," ucapnya.
Ketua Stipram Jogja Suhendroyono menambahkan dari jumlah tersebut tercatat 27 mahasiswa baru yang mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah melalui program KIP. Para mahasiswa ini tidak hanya gratis menempuh perkuliahan namun juga mendapatkan biaya hidup Rp800 ribu per bulan.
Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan bekal kepada mahasiswa baru melalui program kegiatan pengenalan kampus atau disebut dengan KPK. Melalui program tersebut mahasiswa tidak hanya dikenalkan lingkungan kampus namun juga bagaimana pola hidup di Jogja sebagai kota budaya dan kota pendidikan.
"Karena mahasiswa kami ini banyak sekali datang dari pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.