Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Gempa Gunungkidul Malam Ini./ BMKG
Harianjogja.com, JOGJA - Gempa magnitudo 3,0 mengguncang kawasan Kabupaten Gunungkidul, DIY malam ini, Jumat (5/9/2025). Gempa ini terjadi dua kali dalam waktu satu jam.
Gempa pertama terjadi pada 20:46:19 WIB
Pusat gempa terjadi di Lok:9.01 LS,110.45 BT (114 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dari keterangan resminya mencatat Kedalaman gempa 10 Km
Gempa kedua dengan kekuatan yang sama terjadi Pukul 21:14:53 WIB
BACA JUGA: Konstruksi Tol Jogja-Solo Ruas Trihanggo-Junction Sleman Capai 65 Persen
Pusat gempa Lok:8.91 LS,110.45 BT (103 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY) dengan kedalaman 25 Kilometer
Pada Puku 21:24:21 WIB, Bumi Handayani-sebutan Gunungkidul kembali diguncang gempa bumi M3,0
Pusat gempa ketiga ini Lok:9.05 LS,110.34 BT (121 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY) dengan kedalaman14 Kilometer.
Belum ada laporan dampak dari gempa bumi di Gunungkidul ini
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.
PP Perbasi mengumumkan 12 pemain Timnas Basket Putra Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk dua pemain naturalisasi.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Warga diminta tenang dan menghindari radius 3 km dari pusat erupsi.
Bakom meminta masyarakat merujuk informasi resmi pemerintah terkait erupsi Gunung Anak Krakatau dan tidak menyebarkan isu tsunami.