Sekolah Khusus Olahraga DIY Ditargetkan Berdiri 2028, DED Rampung 2027
DPRD DIY mendorong DED sekolah khusus olahraga disiapkan pada 2027 agar target pendirian pada 2028 sesuai Perda Olahraga DIY tercapai.
Rafael Rodrigues (jersey hitam) membawa bola dalam laga uji coba melawan Beta Jaya di lapangan YIS, pada Selasa (9/9/2025). Ist/ Dok. PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja memanfaatkan jeda kompetisi dengan menggelar pertandingan uji coba melawan Beta Jaya. Laskar Mataram tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan telak 10-0 di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Selasa (9/9/2025) sore.
BACA JUGA: Pelatih Borneo FC Nilai PSIM Jogja Bukanlah Lawan yang Mudah
Sejak kick-off, kedua tim langsung bermain terbuka. Namun, PSIM lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Rafael Rodrigues membuka keunggulan pada menit ke-23 lewat kerja sama apik dengan Anton Fase. Tak lama berselang, Rio Hardiawan menggandakan skor melalui tendangan keras jarak jauh.
Menjelang akhir babak pertama, giliran Ikhsan Chan yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-42. Satu menit sebelum turun minum, M. Iqbal menambah keunggulan menjadi 4-0 untuk PSIM.
Memasuki babak kedua, PSIM tidak mengendurkan intensitas. Ikhsan Chan kembali membobol gawang lawan pada menit ke-60, disusul gol-gol cepat dari Rafael Rodrigues (64’), M. Iqbal (67’), dan Abiyoso (69’). Skor melebar menjadi 8-0 hanya dalam waktu kurang dari 10 menit.
Dominasi PSIM ditutup dengan dua gol tambahan. Fahreza Sudin mencetak gol kesembilan di menit ke-77, lalu Abiyoso menggenapkan pesta gol menjadi 10-0 di penghujung laga.
Meski menang dengan skor mencolok, manajemen PSIM menegaskan bahwa tujuan utama laga uji coba ini bukan pada hasil. Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menyebut pertandingan tersebut digelar untuk memberi menit bermain merata kepada seluruh pemain.
“Pertandingan ini memang program pelatih. Kami mencari lawan dari tim Liga 2, tapi karena jadwal yang padat jelang kompetisi, akhirnya bertemu Beta Jaya. Yang penting pemain bisa dapat kesempatan bermain,” kata Razzi dalam keterangannya.
Ia menekankan bahwa skor besar bukan prioritas. “Fokusnya bukan hasil, melainkan bagaimana pemain bisa menyamakan menit bermain dan menjaga ball feeling,” ujarnya.
Razzi juga berharap laga uji coba seperti ini bisa membuat semua pemain siap ketika dibutuhkan di kompetisi resmi. “Harapannya, mereka yang selama ini jarang tampil juga sudah siap kalau sewaktu-waktu dimainkan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendorong DED sekolah khusus olahraga disiapkan pada 2027 agar target pendirian pada 2028 sesuai Perda Olahraga DIY tercapai.
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.