Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Foto ilustrasi smart televisi berukuran besar. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Penampakan smart TV atau televisi pintar terbesar di dunia menjadi perhatian pengunjung Techno Fest 2025 di Pakuwon Mall Jogja, Selasa (23/9/2025).
Seperti televisi berbasis android pada umumnya, smart TV berukuran besar itu bisa menampilkan berbagai layar gambar baik tv kabel maupun platform Youtube dan mode digital lainnya. Akan tetapi ukuran layarnya sangat besar dan disebut-sebut sebagai salah satu TV terbesar di dunia.
"Ini televisi yang paling besar ini memang terbesar di dunia, kami bawa juga ke pameran ini. Kebetulan ini produknya TCL dengan ukuran 115 inch dan mini LED, cukup menarik perhatian," kata Wakil Direktur Atakrib Grup, Sultan Alif.
TV terbesar itu sengaja dibawa dalam pameran untuk menarik perhatian pengunjung. Alif menilai para pelaku usaha elektronik di era saat ini harus kreatif dan inovatif dengan tidak hanya menunggu pelanggan di toko. Akan tetapi, dengan menggelar pameran menjadi salah satu upaya untuk mendekati pelanggan secara langsung.
"Era saat ini tidak bisa hanya diam, market terus berputar. Siapa yang akan mendapatkan marketnya adalah mereka yang agresif. Kalau hanya anteng di toko ya hanya menunggu, kalau lewat pameran kan sama dengan mendatangkan marketnya," ujarnya.
Ia menambahkan dalam pameran tersebut memang banyak brand elektronik raksasa baik Jepang, Korea Selatan, hingga China yang turut dihadirkan. Meski demikian brand lokal yang menjadi incaran pengunjung juga turut dibawa. Dalam pameran yang berlangsung hingga 15 Oktober 2025 tersebut, selain menampilkan fisik elektronik yang menarik sekaligus memberikan diskon yang cocok bagi pelanggan.
Alif menuturkan salah satu jenis elektronik yang laku keras di DIY yaitu smart tv. Hal ini tidak lepas dari TV masih jadi perlengkapan wajib di kamar rumah. Apalagi di Jogja banyak dibangun indekos maupun mahasiswa baru yang membutuhkan TV untuk kamar kos mereka.
"TV ini permintaan cukup tinggi di Jogja karena berkaitan dengan indekos, mahasiswa baru tadi. Hampir sama seperti handphone. Setiap bulan dan tahun selalu memberikan kontribusi penjualan nomor satu. Sehingga dalam pameran ini kami membawa banyak sekali unit dengan berbagai pilihan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.