Pemerintah Siapkan Pembiayaan Rp671,2 Triliun di RAPBN 2027
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar forum "corporate social responsibility" (CSR) bersama dunia usaha dan lembaga masyarakat guna memperkuat sinergi agar program tanggung jawab sosial perusahaan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
"Penting sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menyukseskan agenda pembangunan daerah. Apalagi CSR di Bantul ini terus meningkat dan melahirkan dampak yang demikian positif," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam forum CSR tersebut di Bantul, Kamis (25/9/2025).
BACA JUGA: Kunci Kemenangan Malut Atas Bhayangkara
Menurut dia, sinergi kolaborasi bersama berbagai sektor swasta yang menjadi mitra pemerintah tersebut masih terus diperlukan, karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan-keterbatasan.
"Sehingga semua masyarakat, kelompok-kelompok swasta ini diharapkan memberikan peran untuk mendorong kemajuan dan kebaikan bagi kita semuanya terutama bagi warga Kabupaten Bantul," katanya.
Bupati juga menyebut tantangan nyata yang masih dihadapi daerah, di antaranya kemiskinan ekstrem yang masih tercatat sekitar 8.000 jiwa, dengan target penurunan menjadi nol pada tahun 2026.
Oleh karena itu, kata Bupati, dalam konteks ini program CSR diharapkan bisa menjadi instrumen strategis untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan secara lebih fokus dan tepat sasaran.
"Kita punya prioritas-prioritas pembangunan yang disusun berdasarkan kajian ilmiah, maka bagaimana CSR ini dikomunikasikan dengan pemerintah daerah agar memiliki daya guna yang kuat untuk mendekatkan kepada tujuan-tujuan pembangunan kita, prioritas kita," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan forum CSR diikuti sekitar 60 peserta dari kalangan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga masyarakat.
Dia mengatakan, forum ini memiliki beberapa tujuan, yaitu menyinkronkan program CSR dengan program prioritas Bantul pada 2026, meningkatkan kepedulian dan peran serta dunia usaha dalam pembangunan, memberikan apresiasi perusahaan atas kontribusi bagi Bantul.
Menurut dia, penyelenggaraan CSR di Bantul selama lima tahun terakhir menunjukkan tren positif, meskipun jumlah perusahaan pelapor bersifat fluktuatif. Sebagai upaya peningkatan tata kelola CSR, Bappeda telah meluncurkan Sistem Informasi Terpadu CSR (SIP-CSR) pada 2024.
"Dari aplikasi itu terdapat 21 perusahaan yang telah memiliki akun. Kemudian ada sembilan perusahaan yang sudah melaporkan melalui aplikasi, dan ada sembilan usulan atau proposal yang masuk dalam aplikasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.
Nasib 5 pembalap MotoGP 2027 masih tanda tanya. Binder dan Morbidelli dikaitkan dengan WSBK, Miller pasti pergi, Rins cari jalan, Viñales paling galau. Simak se
Studi terbaru mengungkap mahasiswa yang kecanduan judi online memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, kecemasan, hingga munculnya keinginan bunuh diri.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari Pemkab Kuansing ke Kementerian Kehutanan dan proses pengembaliannya dalam kasus Kuansing.