Siap Melesat, Pebalap Astra Honda Bidik Podium di ARRC Buriram
Menatap putaran kedua dengan level kepercayaan diri yang meningkat, AHRT menurunkan deretan pebalap kebanggaan Indonesia di tiga kelas utama ARRC
Suasana diskusi acara Kanthi Pawiyatan by Astragraphia di ISI Yogyakarta, dalam acara ini ada empat pembicara di antaranya Imam Sembodo, Business Consultant Production PT Astra Graphia Tbk, Plt Direktur HALKER BPIP RI, Agus Moh. Najib, Endang Mulyaningsih Dosen prodi Film dan Televisi FSMR ISI Yogyalarta, Setia Budi Direktur Imperial Digital Printing dan Grandia Publisher./ Harian Jogja -Kiki Luqman
BANTUL - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY menyelenggarakan acara Kanthi Pawiyatan by Astragraphia di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Senin (29/9/2025).
Kegiatan bertema “Beda Frekuensi, Beda Aksi: Membedah Perang Konten Media Kita” ini menjadi bagian dari rangkaian program KPID Goes to Campus, yang kali ini dihelat di ISI Yogyakarta.
Imam Sembodo, Business Consultant Production PT Astra Graphia Tbk, mengatakan kegiatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan banyak wawasan dari para narasumber. Ia menekankan bahwa literasi media menjadi hal penting agar generasi muda bijak dalam mengonsumsi maupun menyebarkan informasi.
“Menurut saya, dari sini teman-teman mahasiswa harusnya dapat insight yang banyak dari para narasumber. Media lama jangan ditinggalkan, tapi juga harus adaptif dengan hal-hal baru. Konten sekarang memang sangat menarik, tapi kalau kita tidak bijak memilih, itu bisa jadi sumber masalah baru,” ujarnya. Imam berharap mahasiswa mampu lebih kreatif, tidak hanya membuat produk, tetapi juga berani berkonsultasi untuk mengembangkan ide.
Komisioner Bidang Kelembagaan KPID DIY, Fuad, menjelaskan acara ini merupakan rangkaian yang digelar sejak Agustus hingga November 2025 dengan melibatkan sejumlah kampus negeri di Yogyakarta. ISI menjadi salah satu kampus tujuan dengan tema besar membedah perang konten media.
“Ini sesuatu yang sangat relevan untuk dibahas bersama mahasiswa. Generasi milenial dan Z adalah backbone era digital. Karena itu, penting memberi edukasi bahwa kebebasan membuat konten juga harus memperhatikan etika, hukum, dan norma. Kreativitas tetap bebas, tapi tetap ada di jalur yang tepat,” jelas Fuad.
BACA JUGA: Kota Jogja Masih Boleh Buang Sampah ke TPA Piyungan hingga 3.000 Ton
Sementara itu, Plt Direktur HALKER BPIP RI, Agus Moh. Najib, menegaskan pentingnya literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, perkembangan media sosial menghadirkan banyak konten yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa, sehingga perlu adanya filterisasi nilai.
“BPIP sangat mendukung acara ini karena terkait media digital yang erat dengan kehidupan mahasiswa. Literasi digital harus ditingkatkan, khususnya dengan standar nilai-nilai Pancasila. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya cerdas bermedia sosial, tapi juga mampu memberi pencerahan bagi sekitarnya,” ujarnya.
Acara Kanthi Pawiyatan by Astragraphia ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong mahasiswa berani berkarya dan menyebarkan konten positif yang beretika, adaptif, serta tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa.
Terpisah, Raven mahasiswa ISI Yogyakarta jurusan Film dan Televisi angkatan 2025 yang mengikuti diskusi, menyampaikan bahwa acara yang digelar KPID kali ini sangat membantu dirinya untuk memahami persoalan tentang promosi dan media sebagai alat promosi.
"Terima kasih kepada KPID yang sudah menggelar acara ini di kampus kami, dengan acara ini saya bisa memahami apa itu promosi melalui konten dan juga tentang media," ucapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menatap putaran kedua dengan level kepercayaan diri yang meningkat, AHRT menurunkan deretan pebalap kebanggaan Indonesia di tiga kelas utama ARRC
Meta disebut memasuki “Era Zombie” karena Facebook mulai ditinggalkan generasi muda di tengah belanja besar AI.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.