PSIM Hadapi Madura United, Van Gastel Siap Layani Permainan Terbuka
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.
Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Oleg Yohan (berdiri) saat menggelar pertemuan pelaku UMKM di Omah Sedoyo (Omah Sedulu Oleg Yohan) di Kompleks Tarakanita, Kemantren Tegalrejo, Jumat (3/10/2025). Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Oleg Yohan, menilai kunci kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terletak pada perubahan pola pikir para pelakunya. Menurutnya, penguatan mindset menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum masuk ke tahap pelatihan teknis atau peningkatan kapasitas usaha.
Oleg menjelaskan, setiap Jumat sore dirinya rutin menggelar pertemuan pelaku UMKM di Omah Sedoyo (Omah Sedulu Oleg Yohan) di Kompleks Tarakanita, Kemantren Tegalrejo. Dalam kegiatan tersebut, pelatihan tidak hanya difokuskan pada keterampilan teknis, tetapi juga pada perubahan cara berpikir.
“Pelatihannya saat ini tidak hanya sekadar bagaimana melatih dari bisa dan tidak bisa, tapi merubah mindset pemikiran masyarakat,” kata Oleg, Jumat (3/10/2025).
Saat ini ia tengah menyusun buku literasi bisnis berjudul Bisnis Itu Pasti Rugi, Tapi Risikonya Kaya. Buku tersebut ditujukan untuk menanamkan pola pikir baru kepada pelaku UMKM agar tidak melihat kerugian sebagai kegagalan, melainkan bagian dari proses investasi.
“Dalam mindset mereka itu tidak ada kata-kata rugi, adanya investasi. Merubah pola pikir ini tidak seperti halnya merubah barang dari tidak ada jadi ada. Ini pelan-pelan kita rubah,” jelasnya.
Selain melalui pelatihan, politisi Partai Nasdem ini juga aktif mendampingi pelaku UMKM dalam pencatatan keuangan dan akses permodalan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Bank Jogja dan Bank BPD untuk memberikan pemahaman tentang pembukuan dan mekanisme peminjaman yang benar.
Menurutnya, pendampingan ini penting agar UMKM bisa lebih kuat secara finansial dan tidak mudah goyah menghadapi tantangan ekonomi. “Hal ini yang kita harapkan membuat teman-teman UMKM tidak patah semangat. Karena teman UMKM ini waktu Covid-19 lalu, ada usaha yang masih berjalan di tengah perusahaan lainnya gulung tikar,” kata Oleg.
Ia juga mendorong Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Jogja agar mulai 2026 mendukung program pelatihan yang fokus pada perubahan mindset. Program tersebut akan menjadi pelengkap dari pelatihan yang selama ini lebih banyak berkutat pada strategi penjualan dan penggunaan media sosial.
Terkait kondisi UMKM di Kota Jogja saat ini, Oleg menilai, kondisi saat ini menuntut para pelaku usaha untuk bekerja lebih keras dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar.
“Saya lebih menghindari kata-kata kondisinya memburuk. Tapi cenderung kondisi sekarang lebih harus punya effort. Kondisi sekarang itu harus punya effort lebih. Sehingga memungkinkan bahwa kita tidak boleh menyerah pada kondisi yang ada,” tegasnya.
Dengan kombinasi antara perubahan mindset, pendampingan keuangan, dan dukungan regulasi yang tepat, Oleg optimistis sektor UMKM di Kota Jogja dapat bangkit dan berkembang lebih kokoh. Ia menilai UMKM memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal, sebagaimana terbukti saat masa pandemi lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.