Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
ILustrasi lelang jabatan/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mengajukan proses talent pool untuk pengisian Kepala Dinas Kesehatan DIY. Diharapkan sebelum pergantian tahun nanti sudah didapatkan Kepala Dinas Kesehatan yang baru.
Jabatan Kepala Dinas Kesehatan DIY saat ini kosong, karena pejabat sebelumnya, yakni Pembajun Setyaningastutie telah pensiun per 1 Oktober 2025. Sementara, jabatan ini diisi oleh Plt yakni Direktur RSJ Grhasia, Ahmad Ahadi.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan saat ini masih dibahas siapa yang akan menjadi pengganti Pembajun. “Ya nanti kita lihat, sekarang masih dibahas juga. Sementara diisi Plt oleh Ahmad Ahadi,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Adapun prosedur yang digunakan untuk mendapatkan Kepala Dinas Kesehatan baru, Pemda DIY mengajukan talent pool. “Mekanismenya semua sudah prosedural, kita mengajukan nama, ke Ngarso Dalem [Gubernur DIY], ke BKN [Badan Kepegawaian Nasional, nanti dilihat semua dari sisi syarat-syaratnya,” ungkapnya.
Ia belum mengetahui kapan Kepala Dinas Kesehatan yang baru akan dilantik, namun ia menargetkan sebelum pergantian tahun sudah ada. “Pelantikannya belum tahu. Harapannya tidak lama-mala. Semohga tahun ini sudah ada,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21