Kapal Migran Tenggelam di Malaysia, Operasi SAR Masih Cari 14 WNI
Kapal diduga membawa WNI tenggelam di perairan Malaysia. Sebanyak 23 korban selamat, sementara 14 lainnya masih dalam pencarian.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Fauzan Adziman didampingi Kepala LLDikti Wilayah V Profesor Setyabudi Indartono. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kemenristekdikti mendorong agar perguruan tinggi atau kampus terus menempatkan perannya dalam melakukan hilirisasi riset agar menjadi produk unggulan yang dibutuhkan masyarakat. Melalui peningkatan hilirisasi tersebut harapannya bisa menekan kebutuhan impor.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Fauzan Adziman menegaskan dalam pertemuan ini membahas berbagai sektor strategis diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengembangan produk dalam negeri. Pasalnya saat ini dibutuhkan peningkatan daya saing produk nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Dalam posisi ini, perguruan tinggi memiliki peran penting. Di mana riset-riset yang dilakukan dapat menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.
"Dengan demikian, komunikasi antara masyarakat, industri, dan perguruan tinggi harus semakin terbuka. Kolaborasi ini tidak hanya antar perguruan tinggi, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, industri, serta regulator. Kami ingin komunikasi seperti ini dilakukan secara lebih intens," katanya dalam Serasehan Sains dan Teknologi, Rabu (8/10/2025).
Ia menambahkan perguruan tinggi akan memiliki peran yang sangat penting dalam proses hilirisasi untuk menghasilkan produk unggulan. Pemerintah lewat Kementerian Keuangan sudah melakukan transfer dana Rp200 triliun ke bank Himbara yang harapannya dapat mendukung pengembangan sektor strategis, di mana sains dan teknologi turut berperan aktif.
Kampus mungkin tidak bisa secara langsung mengakses dana tersebut akan tetapi bisa masuk dalam membantu proses hilirisasi dalam setiap riset menjadi produk ke industri.
"Tidak ingin serta-merta memberikan kredit tanpa proses yang matang. Produk itu perlu meningkatkan nilai melalui paten, hak kekayaan intelektual, dan hasil penelitian yang terdokumentasi. Dengan valuasi yang tinggi terhadap produk dan inventor, industri akan lebih mudah tertarik untuk bekerja sama, dan pembiayaan dari perbankan pun menjadi lebih mudah," ujarnya.
Kepala LLDikti Wilayah V Profesor Setyabudi Indartono memastikan seluruh kampus baik negeri maupun swasta di DIY telah siap dengan berbagai risetnya. Tidak sedikit hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dan dosen yang hasilnya sudah bisa dirasakan oleh masyarakat melalui pengabdian secara langsung. "Tentu kami terus mendorong agar riset juga terus ditingkatkan baik kuantitas dan kualitasnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapal diduga membawa WNI tenggelam di perairan Malaysia. Sebanyak 23 korban selamat, sementara 14 lainnya masih dalam pencarian.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
KPK sita kontainer suku cadang ilegal di Semarang terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sebelumnya, uang Rp5,19 miliar juga disita.