EMT Muhammadiyah Terverifikasi WHO Pertama dari Indonesia

Newswire
Newswire Minggu, 19 Oktober 2025 20:47 WIB
EMT Muhammadiyah Terverifikasi WHO Pertama dari Indonesia

Penyerahan Confirmation Letter EMT Global Classification kepada EMT Muhammadiyah di Aula Masjid KH. Sudja', PKU Muhammadiyah Gamping, Minggu (19/10/2025). ANTARA/HO-PP Muhammadiyah

Harianjogja.com, JAKARTA—Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah dinyatakan terverifikasi oleh World Health Organization (WHO) sebagai tim medis darurat berstandar internasional pertama dari Indonesia.

EMT Secretariat, WHO HQ Roy Anthony Cosico pun menyerahkan secara langsung Confirmation Letter EMT Global Classification kepada EMT Muhammadiyah di Aula Masjid KH. Sudja', PKU Muhammadiyah Gamping, Minggu (19/10/2025).

"Sertifikasi yang kita peroleh hari ini sangat penting karena mencakup tiga aspek utama, yakni komitmen, mindset dan motivasi, serta keterampilan teknis. Ketiganya saling berkaitan dan menjadi fondasi utama bagi EMT Muhammadiyah untuk terus berkembang," kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional Syafiq A. Mughni.

Syafiq mengatakan momentum bersejarah ini merupakan bukti nyata pelaksanaan program prioritas Muhammadiyah periode 2022–2027, yaitu memperluas dan melembagakan internasionalisasi Muhammadiyah dalam misi dakwah dan tajdid yang rahmatan lil alamin.

"Melalui komitmen dan kemampuan teknis yang didukung pengalaman lapangan, kami akan terus memberikan yang terbaik bagi kemanusiaan dan kesejahteraan bangsa," ucap Syafiq.

Sementara, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana Agus Taufiqurrahman berharap kiprah Muhammadiyah ke depan dapat semakin diperkuat dan terus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peran-peran internasionalnya.

"Setelah melalui perjalanan panjang, Muhammadiyah dalam peran kemanusiaan global berhasil melakukan segala proses verifikasi WHO sehingga Muhammadiyah secara resmi memiliki medical team yang terverifikasi untuk pertama kalinya di Indonesia, nomor ke-16 di Internasional," ucap dia.

"Tentu ini akan menghasilkan harapan untuk semakin menguatkan kiprah Muhammadiyah sebagai bagian yang tak terpisahkan dari peran-peran internasionalnya," lanjut Agus.

Diketahui, sebelumnya EMT Muhammadiyah telah menjalani tahap pre-verification WHO pada 9–10 Juli 2025 di Yogyakarta, dengan pendampingan teknis dari Robert Koch Institute (RKI) dan International Search and Rescue (ISAR) Jerman.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, WHO menyatakan EMT Muhammadiyah layak mengikuti proses verifikasi akhir untuk memperoleh status resmi sebagai tim medis darurat internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online